Senin, 09 Januari 2023

AKSI NYATA TOPIK 2 : Menyebarkan pemahaman "Mengapa kurikilum perlu berubah"

 Oleh : Mulipah, S. Pd. 




Kurikulum merupakan panduan pembelajaran pada satuan pendidikan dimana dapat dimaknai sebagai titik awal sampai titik akhir dari pengalaman belajar peserta didik. Kurikulum itu kompleks dan multi dimensi, kurikulum itu dapat diibaratkan sebagai jantung pendidikan. 

Fungsi Kurikulum bagi pendidikan adalah untuk memandu dalam proses belajar peserta didik.


Mengapa kurikulum harus berubah ?

Kurikulum harus dinamis berkembang menyesuaikan kondisi. Kurikulum tidak dapat dipergunakan dalam satu waktu terus menerus karena dunia terus berubah. Demikian juga dunia pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun dan mendidik generasi harus pula ikut berubah.

Kurikulum harus selalu berubah agar sesuai dengan perkembangan jaman, apalagi saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah berkembang semakin maju. Metode dan konteks kurikulum sebelumnya tentu dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan karakteristik peserta didik saat ini.

Selain itu kurikulum juga harus bisa memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dan dapat menyiapkan generasi Bangsa untuk masa yang akan datang sebagai generasi yang visioner yang memiliki cita-cita besar dan mampu memandang jauh ke depan.

(dikutip dari artikel homescholingpena.com )

Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun sebagai anggota masyarakat" Ki Hajar Dewantara

Alasan mengapa kurikulum harus berubah yaitu 

1. Kurikulum harus sesuai dengan perkembangan zaman

2. Dikembangkan dengan konteks dan karakteristik peserta didik

3. Menyiapkan generasi masa depan yang visioner

Perkembangan kurikulum di Indonesia, dari masa ke masa

1. Kurikulum 1947

2. Kurikulum 1952

3. Kurikulum 1964

4. Kurikulum 1968

5. Kurikulum 1975

6. Kurikulum 1984

7. Kurikulum 1994

8. Kurikulum 2004

9. Kurikulum 2006 

10. Kurikulum 2013

11. Kurikulum Merdeka


Adanya perubahan kurikulum tersebut merupakan bukti bahwa di Indonesia terus melakukan pembaharuan agar sistem pendidikan di Indonesia lebih baik dan tentunya esuai dengan kebutuhan zaman. Dikembangkan dengan konteks karakteristik peserta didik dan Menyiapkan generasi masa depan yang visioner. 

Kamis, 09 Juni 2022

TIDAK

 Kau pikir aku sang bijak?? 

Tidak!!! 

Di depan mereka yang katanya meneladani, 

Aku hanya melontarkan kata yg memang harus ku ucapkan

Kutukar kalimatku dengan rupiah

Dedikasi untuk harga tinggi!!! 

Idealismeku sudah kulipat kecil kecil

Kusimpan rapat dalam dompet

Tidak akan kubuang

Tidak!!! 

Sebab dulu sekali

Ku tempel besar besar di jidat

Harga mati !!! 


Senin, 28 Februari 2022

Berjalanlah

Berjalanlah,, tak perlu berlari terburu

Yang di belakang sana tak akan mengejarmu

Berjalanlah,, pun tak boleh pelan termangu

Yang jauh di depan sudah lama berlalu, 

Lama beranjak dr tempat yang kau pijak

Berjalanlah,, bergegas

Tak berarti tergesa

Semua memang punya masa

Tapi doa yg mengiringinya

 tak akan berakhir sia-sia

Dan upaya akan memberi rasa

Yang tanpa kau nyana menyapa dengan segenap tawa

Melengkapi asa


Minggu, 11 April 2021

KATAMU KAKAK PERTAMA

aku pikir itu keangkuhan, ketidaksabaran,dan amarah yang kadang membuncah lalu teredam tanpa tertebak... Lalu kau, gadis ayu dari tanah keluguan Menangis pasrah dalam pelukan Pikiranku berubah, itu bukan keangkuhan... Kau justru bumi itu sendiri yang terinjak, namun tetap menumbuhkan kehidupan baru dari sela bebatuanmu.. bagaimana ku kabarkan pada dua cahaya. Lucunya harga dirimu menyembunyikan semburat merah disisi hatimu. Memandangi bait-bait rangkaian kata, yang indah namun menggelitik... Kau tentu mengerti kenapa.. Aku teringat dusta-dusta itu,,,yang bagiku justru adalah kejujuran yang nyata. Kukira melebihi dugaanku betapa berharganya bagimu Mata cokelat yang tajam, jiwa tegar yang tak mau mengalah, hati lembut yang berbalut takwa.. Tingkah konyol namun dewasa. Sebentuk raga dibalik hijab yang tertata, manis.. kemandirian yang manja.. Kata yang tegas dengan cara yang lembut namun mematikan. Kau lawan sekaligus kawan yang nyaris sempurna.

Kamis, 15 Oktober 2020

bermain setelah pulang sekolah

Udin pulang sekolah
saat pulang sekolah tiba-tiba hujan sangat lebat
udin berfikir bagaimana caranya agar tidak kehujanan.
lalu udin meminjam payung kepada ibu kantin, namun ibu kantin tidak punya payung
lalu udin meminta edo untuk bisa ikut pulang.
edo dengan senang hati memberi tumpangan pada udin.
edo dan udin pulang bersama sepayung berdua.
akhirnya udin pulang tidak kehujanan berkat bantuan edo.
sampai di rumah hujan reda,
ia melihat teman-temannya sedang bermain.
udin sangat ingin bermain dengan temannya padahal udin baru pulang sekolah dan masih memakai seragam.
udin ikut bermain tanpa ganti baju terlebih dahulu
baju seragam udin menjadi kotor,
udin di marahi ibunya.

Jumat, 09 Oktober 2020

SOAL EVALUASI

B. SOAL EVALUASI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Bu Ani memberi tugas kelompok pada para siswa, maka setiap siswa harus bisa saling ….
a. Bersaing
b. Mengejek
c. Kerja sama
2. Santi adalah siswa suka menolong di kelas, ia pun jadi siswa yang …. teman-temannya.
a. Dibenci
b. Disukai
c. Dijauhi
3. Agar hubungan kita dengan teman-teman di kelas tetap baik, maka sebaiknya kita selalu bersikap ….
a. Sopan
b. Egois
c. Sombong
4. Ali adalah teman sebangku Dika di kelas. Suatu hari Ali pensilnya ketinggalan. Sikap yang sebaiknya dilakukan Dika adalah ….
a. Mengejek Ali karena tidak membawa pensil
b. Menyuruh Ali segera pulang saja
c. Meminjami Ali dengan pensil yang dipunyai
5. Perhatikan gambar berikut, siti dan teman temanya sedang menceritakan asal sukunya, siti dari jawa, udin dari batak, dayu dari sunda, edo dari bali. Pernyataan berikut yang benar adalah
a. Siti dari batak
b. Dayu dari sunda
c. Udin dari bali
Tabel untuk soal nomor 6 – 8
Nama barang Harga
Buku tulis Rp. 3.000,00
Pensil Rp. 1.500,00
penggaris Rp. 1.500,00
rautan Rp. 1.000,00
6. Deni membeli 1 buah buku, 1 buah rautan pensil dan 1 buah penggaris.Maka jumlah uang yang harus Deni bayarkan adalah ….
a. Rp5.500,00
b. Rp6.500,00
c. Rp7.500,00
7. Alisa membeli 2 buah buku dan 2 buah pensil. Maka jumlah uang yang harus Alisa bayarkan adalah….
a. Rp10.000
b. Rp11.000,00
c. Rp 9.000,00
8. Ulfa membeli 1 buah buku, 2 buah rautan pensil dan 4 buah pensil.
Maka jumlah uang yang harus Ulfa bayarkan adalah ….
a. Rp13.000,00
b. Rp11.000,00
c. Rp15.000,00
9. Perhatikan gambar berikut, harga tisu gulung tersebut adalah…
a. tiga ribu rupiah
b. Tiga ratus rupian
c. Dua ribu rupiah
Rp. 3.000,00
10. Perhatikan gambar berikut, jika ibu membeli 3 buah sabun, maka berapa uang yang harus dibayarkan?
a. Rp. 4.000,00
b. Rp. 2.000,00
c. Rp. 6.000,00
Rp. 2.000,00
11. Lina adalah gadis yang selalu terlihat riang. Kata riang punya arti yang sama dengan kata….
a. Gembira
b. Cerewet
c. Tertawa
12. Udin selalu menghormati orang yang lebih tua di lingkungannya.
Kata menghormati punya arti yang sama dengan kata ….
a. Memaafkan
b. Menghargai
c. Menolong
13. Sebagai sesama manusia maka kita harus bisa saling tolong-menolong.
Kata tolong-menolong punya arti yang sama dengan kata ….
a. Kerja keras
b. Dukung-mendukung
c. Bantu-membantu
14. Dalam teks sumpah pemuda, kata tumpah darah memiliki arti..
a. Berkeluarga sedarah
b. Tanah kelahiran
c. Bersatu padu
15. Kata putra dan putri memiliki arti,
a. Siswa-siswa
b. Anak-anak
c. Orang-orang

Sabtu, 03 Oktober 2020

Kakek pahlawanku

ku pulang sekolah sambil menangis. Kesal sekali hatiku hari ini. Lagilagi teman- teman mengejekku. “Si hitam..., si hitam..!” begitu mereka selalu memanggilku. Kulitku memang hitam, rambutku juga hitam. Mau bagaimana lagi? Ayah dan ibuku juga berkulit hitam, bagaimana mungkin aku bisa berkulit putih? Awalnya aku hanya diam. Diam tak menjawab. Tetapi, teman-temanku tidak berhenti mengejekku. Semakin aku diam, semakin banyak teman yang ikut mengejek. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku diam..., dan diam..., menahan tangis, yang akhirnya tak tertahan lagi di perjalanan pulang. Sampai di depan rumah, ternyata ada kakek yang duduk di teras depan. Aku mengusap air mata, berusaha menyembunyikan tangisku. Tetapi, kakek selalu tahu. Ia selalu tahu ketika aku sedang sedih. Kakek hanya tersenyum dan memintaku duduk di sampingnya. Kakek diam tak bertanya, hanya mengusap punggungku lembut, menunggu tangisku reda. Akhirnya aku bercerita pada kakek. Aku menumpahkan kesal hatiku pada teman-teman yang mengejekku. Kakek tersenyum dan tersenyum lagi. Aku hampir saja bertambah kesal. Mengapa kakek tidak ikut marah pada teman- temanku? Setelah habis ceritaku, kakek berkata “Jangan memberatkan hati dengan masalah yang kecil. Coba cari akal untuk meringankan beban hatimu.” “Bagaimana caranya, Kek? Aku sudah diam.., dan diam tidak menanggapi. Tetapi, teman-temanku tidak berhenti mengejekku.” aku menjawab permintaan Kakek dengan cepat. “Besok, ketika teman-teman mengejekmu... ’Si hitam... Si hitam...!’ kamu jawab saja ‘tapi manis, ‘kan?” Kakek memberiku saran. Aku heran. Saran apa itu? Aku takut teman-teman akan semakin mengejekku. Tetapi, kakek meyakinkan aku. Ia malah memintaku melatihnya berulang-ulang. Sore itu, aku bisa tertawa. Biarlah. Aku coba saja besok. Mungkin saja Kakek benar, begitu pikirku. Ternyata, Kakek benar! Esok harinya, ketika teman-teman mengejekku lagi, aku langsung menjawab. Aku menjawab dengan kalimat yang sudah berulang kali aku latih. “Tapi maniiiiss, ‘kan?” Ajaib! Teman-temanku lalu diam termangu mendengar jawabanku. Lalu, salah seorang temanku menjawab pelan “Iya sih..., kamu memang hitam, tetapi memang maniis juga...” begitu katanya. Temanku yang lain lalu tertawa. Lalu, aku juga tertawa. Kami memang berteman dekat, walau kadangkadang kami lupa batas ketika bercanda. Benar kata Kakek! Tak perlu memberatkan hati dengan masalah yang kecil. Gunakan akal yang cerdik untuk meringankan beban hati. Kakek membelaku dengan caranya yang cerdik. Kakek mengajarku untuk membela diri dengan akal pikiranku. Terima kasih atas nasihatmu..., Kakek, Pahlawanku!