bukan khayalan tapi sebuah keinginan.... keindahan warna yang hanya berkutat di kutub hadir di katulistiwa... dengan jutaan warna yang jauh lebih indah.... mewarnai tiap bait hidupnya, sebagai rasa syukur atas karunia Allah 'Azza wa Jalla... dan...mencoba menghadirkan senyum untuk orang2 trcintanya... Aurora melangkah di katulistiwa dg cinta dan cita... mencari secarik kebenaran yg tak dimilikinya....
Jumat, 11 Maret 2011
Standar Proses
berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, baik di sekolah dasar, menengah, maupun lanjutan. Tentunya usaha pemerintah tenrsebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki pengaruh terhadap peserta didik. baik pengaruh intelektual maupun spiritual. menjadi tauladan bagi peserta didik. Dalam Spikologi pembelajaran guru disebut sebagai Human modeling (manusia model).
pembelajaran di sekolah dasar dan menengah merupakan tahap penting dalam pendidikan. Apabila dalam tahap tersebut dapat berlangsung dengan baik, maka kemungkinan besar pembelajaran selanjutnya akan lebih baik.
kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus bervariasi dan memenuhi standar.Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses.
Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik IndonesiaStandar. Proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Tiga tahap pelaksasanaan pembelajaran dalam standar proses yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
15
b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentuyang bermakna;
2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun
16
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b) membantu menyelesaikan masalah;
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
17
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
(adopted : Badan Standar Nasional, untuk satuan pendidikan dasar dan menengah)
Selasa, 08 Maret 2011
paweling
hey... ini??? cobalah tengok kesana?? darimu.. untukmu...
"jerbasuki mawa bea" ("sopo sing nandur iku sing panen")
kalimat sederhana yang akan mengingatkan hal-hal kecil yang kadang di sepelekan...
tak akan menuai jika tak pernah menanam,,,
tumbuh dan hidup seperti benih yang di semai... hitam-putih... besar-kecil...
takan menuai padi jika rumput yang tertanam... takan menuai buah jika batu yang di pendam.
"menanam tapi tak menuai" adakalanya itu yang terjadi??
bukan apa-apa... karena hanya menanam saja... tanpa cerita-cerita yang mengiringi tumbuhnya sebuah cipta yang luar biasa...
bukan apa-apa... karena tak ada daya yang menjadikannya ada?? padahal Gusti Pangeran Sang Penguasa jagad raya telah memberikan kesempatan untuk menghadirkan kisah-kisah itu... yang membuat kita bisa Awas marang waskitaning urip lan eling marang sangkan paraning dumadi (tahu untuk apa hidup dan tahu tujuan hidup sesudah mati)
dengan niat suci melenggangkan langkah-langkah indah, mengemasnya dalam bingkai ketenangan dan menuangkannya pada lembar-lembar bersih beralas doa..
menata setiap hal yang terlewatkan dengan rapi,, seperti saat menyandang penghias diri,,, menjadikan anggun dan berharga sebab "ajining diri saka lati, ajining raga saka busana" (berharganya diri karena ucapkan, berharganya jiwa karena pakian).
tanpa sadar ucap telah menebarkan banyak hal pada setiap sudut tingkah dan laku, bahkan mampu mengiringi hingga raga ditelan bumi dan abadi di sisi Illahi Rabbi.. mulia di sisiNYA atau hina selama-lamanya.
"Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka dengan wajah tersungkur adalah akibat lidah mereka?"(h.r. Tirmidzi dlm terjemah hadis arba'in, An-Nawawi no. 29)
Senin, 07 Maret 2011
When I’m Falling in love
Ya Allah... jika aku jatuh cinta, Cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada MU
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai MU
Ya Allah jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya
Agar tak melebihi cintaku padamu
Ya Allah... jika aku jatuh hati, ijinkanlah aku menyentuh hati
Seseorang yang hatinya tertaut pada MU
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Allah... jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling dari hati MU
Ya Allah... sesungguhnya aku bermohon kepada MU
Untuk slalu mencintai MU, mencintai orang-orang
yang mencintai MU
dan amal perbuatan yang dapat menghantarkan
aku untuk mencintai MU
(adopted from......)
yang melabuhkan cintanya pada MU
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai MU
Ya Allah jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya
Agar tak melebihi cintaku padamu
Ya Allah... jika aku jatuh hati, ijinkanlah aku menyentuh hati
Seseorang yang hatinya tertaut pada MU
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Allah... jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling dari hati MU
Ya Allah... sesungguhnya aku bermohon kepada MU
Untuk slalu mencintai MU, mencintai orang-orang
yang mencintai MU
dan amal perbuatan yang dapat menghantarkan
aku untuk mencintai MU
(adopted from......)
Kamis, 03 Maret 2011
bukit kunang-kunang
episode 1
si kecil itu masih merengek dalam dekap hangat... risau karena sesuatu yang tak begitu merisaukan
di temani lentera, temaran cahayanya,, pengap tapi memberi bayang2 keteduhan...
uluran lembut penuh kasih sedikit membuatnya tenang,,,,,
di luar sana ada cahaya kecil yang mengintip,, lebih indah dari lentera di kamar kecil itu??? meski tak seindah sinar kasih dari belaian bunda (bidadari hati si kecil)
"nduk.." suara yang menggetarkan semua sendi2
"itu kunang-kunang.." rangkaian kata bertabur dari bidadari hati si kecil... bidadari yang tak pernah lelah untuknya.. yang selalu ada untuknya...
kunang-kunang itu bersinar dalam kegelapan, sinar dari dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri dan smua yag ad di sekelilingnya...
nduk mau lihat kunang-kunang yang lebih banyak?? kelak ketika kau tak lagi cengeng.. kalau kau sudah bisa mengatur senyummu sendiri...... nduk pasti bisa melihatnya....... seribu bahkan sejuta kunang2......
benar...... ada banyak kunang-kunang yang lebih indah dari kunang-kunang di bukit si kecil... meski si cengeng itu belum bisa mengatur senyumnya, tapi dia sudah bisa melihat kunang-kunang itu... janji bidadarinya.. benar adanya.....
disini.... sikecil itu bercengkrama dengan kunang2 itu.... indah....
si kecil itu masih merengek dalam dekap hangat... risau karena sesuatu yang tak begitu merisaukan
di temani lentera, temaran cahayanya,, pengap tapi memberi bayang2 keteduhan...
uluran lembut penuh kasih sedikit membuatnya tenang,,,,,
di luar sana ada cahaya kecil yang mengintip,, lebih indah dari lentera di kamar kecil itu??? meski tak seindah sinar kasih dari belaian bunda (bidadari hati si kecil)
"nduk.." suara yang menggetarkan semua sendi2
"itu kunang-kunang.." rangkaian kata bertabur dari bidadari hati si kecil... bidadari yang tak pernah lelah untuknya.. yang selalu ada untuknya...
kunang-kunang itu bersinar dalam kegelapan, sinar dari dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri dan smua yag ad di sekelilingnya...
nduk mau lihat kunang-kunang yang lebih banyak?? kelak ketika kau tak lagi cengeng.. kalau kau sudah bisa mengatur senyummu sendiri...... nduk pasti bisa melihatnya....... seribu bahkan sejuta kunang2......
benar...... ada banyak kunang-kunang yang lebih indah dari kunang-kunang di bukit si kecil... meski si cengeng itu belum bisa mengatur senyumnya, tapi dia sudah bisa melihat kunang-kunang itu... janji bidadarinya.. benar adanya.....
disini.... sikecil itu bercengkrama dengan kunang2 itu.... indah....
Selasa, 01 Maret 2011
Innerbeauty dalam jilbabmu
SubhanAllah.. alangkah indahnya ketika kita mampu menikmati kenikmatan hakiki yang Allah anugrahkan
Mentari telah bertahta dengan hamburan sinar yang begitu hangat, tampak sekawanan burung yang beterbangan mengelilingi kota semarang , seolah penuh syukur, menikmati kebebasan yang Allah anugrahkan. Pepohonan pun tak mau kalah, mereka ikut bertasbih mengagungkan Sang pencipta, yang tak henti memberi kenikmatan pada semua penghuni bumi.
Pagi ini ada yang beda di gedung auditorium PGSD, para ikhwan FIRDAUS (forum silaturahmi dakwah kampus) telah menyulapnya menjadi ruangan yang… cukup rapi, kursi tertata rapi, sofa tamupun telah siap, ya…. Hari ini adalah hari seminar muslimah yang bertemakan Innerbeauty dalam jilbabmu,sebuah tema yang telah lama di rancang oleh departemen annisa FIRDAUS, setelah melalui persiapan yang panjang akhirnya seminar ini terlaksana. berkat semangat yang luar biasa dari ketua annisa, semangatnya hampir sama dengan semangat para ikhwan yang pagi ini merapikan ruang audit. Semangat yang membara, mengangkat perlengkpan tanpa keluh.
Setelah ruangan itu benar2 rapi, para ikhwanpun berlalu, karena ini adalah acara khusu untuk para akhwat ( only girl ), so… ikhwan g boleh ikut.
sekitar pukul 07.45 peserta sudah berdatangan, dengan berbalut busana taqwa nan anggun mereka memsuki gedung audit,
Acara Dimulai… Pembukaan…. Kemudian sambutan dari ketua paniti. Ukhti khrifatu Rosyida ( Ida ), dengan mantap ia berikan sambutan, setelah itu acara inti dimulai, Siti Nur Asiyah S.Psi dan Eka Mei Sukaesih S.E, beliaulah penbicara dalam acara seminar ini, materi pun disampaikan, seperti tema yang telah diusung oleh FIRDAUS, kedua pembicara itu menyampaikan tentang kewajiban seorang muslimah, yang salah satunya adalah berjilbab, dan pancaran kecantikan di balik pesona jilbab, semua pesertapun larut dalam acara itu. Mungkin karena tema yang amat menarik.
Tiba saatnya sesi Tanya jawab, dua dari lima penanya menanyakan tentang cara mempertahankan jilbab dan bagaimana agar tetap pede saat mengenakan jilbab. Dengan jelas dan detail ibu asiah dan ibu eka mei menjawab pertanyaan itu, “ untuk bisa mempertahankan jilban kita harus yakin bahwa perintah Allah adalah utuk melindungi kita, ketika yakin bahwa jilbab mampu melindungi wanita maka kita akan enggan untuk melepaskannya, dan kita harus sabar menghadari kesulitan yang kita rasakan karena Allah berfirman Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6) dan “Hai orang orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah: 153). Jelas Allah tak pernah mempersulit hambanya, sedikitpun tak pernah. “ kemudia agar kita tetap pede mengenakan jilbab yakinlah… dengan jilbab kita tetap bisa berkarya dan berprestasi, jilbab tidak akan menghlangi gerak seorang muslimah, untuk melaksanakan kewajiban dan hak2 yang di ridhai Allah, jilbab tak pernah menjadi penghalang langkah muslimah. Jilbab itu bukan tren atau tradisi. Tapi, berjilbab (menutup aurat ) itu adalah perintah Allah. Seperti firman Allah dalam Alqu’an yang artinya :
”Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaknya mereka menahan pandangannya, dan memelihari kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS: an-Nur: 31). Dan
“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan kepada wanita-wanita mukmin agar mereka mendekatkan diri kepada mereka dengan jilbab mereka supaya mereka mudah dikenal dan supaya mereka tidak diganggu maka sesungguhnya Allah Maha mengampuni dan Maha Penyayang”.(QS. al-Ahzab: 59)
Peserta menerima jawaban2 itu dengan cukup puas.
Sesi Tanya jawab pun berakhir, kemudian peserta hanyut dalam permainan yang mempererat ukhuwah,ta’ada rasa sedih semua tersenyum menikmati anugrah Allah yang luar biasa.
Saatnya berpisah…. Usai Tanya jawab peserta memberikan kesan dan pesan. Ukhti Rianah, seorang mahasiswa semester 4 mengungkapkan kesannya “acara ini luar biasa, terimakasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, karena acara ini menguatkan saya untuk mempertahankan jilbab, dan menambah pengetahuan saya tentang perintah berjilbab. Pesannya buat FIRDAUS sering2 aja ngadain acara seperti ini……… ” itulah secarik kalimat yang terucap ari ukhti Riahnah dengan santun.
Betapa Indahnya perintah Allah, Yakinlah dengan perintah itu, ketika enggan mengenakan jilban karena takut kecantikannya tidak tampak, takut rambut ribondingnya rusak, takut lengannya yang putih tidak kelihatan, takut perhiasan di telinga dan leher tak tampak, takut di sebut cupu, udik, g’ gaul dan ketakutan2 lain..? lebih takutlah ketika tidak bisa menjadi seorang bidadari disurga nanti, takutlah tak bisa tampak cantik ketika menghadap Illahi, dan takutlah menjadi buruk rupa selamanya di akhirat sana…….
SubhanAllah alangkah indahnya ketika kita mampu menikmati kenikmatan hakiki yang Allah anugrahkan. Mungkin semua peserta sminar hanya segelintir muslimah yang InsyaAllah telah merasakan nikmat itu, semoga nikmat itu bisa dirasakan semua muslimah, Amiin….
Dengan santun dan anggun, Ukhti Ayu febriana selaku moderator memberikan kesimpulan dan menutup acara ini dengan kalimah hamdalah dan Doa penutup majelis…
Pesertapun berhamburan, saling bersalaman, kemudian berlalu dengan hati penuh kedamaian…..
Mentari telah bertahta dengan hamburan sinar yang begitu hangat, tampak sekawanan burung yang beterbangan mengelilingi kota semarang , seolah penuh syukur, menikmati kebebasan yang Allah anugrahkan. Pepohonan pun tak mau kalah, mereka ikut bertasbih mengagungkan Sang pencipta, yang tak henti memberi kenikmatan pada semua penghuni bumi.
Pagi ini ada yang beda di gedung auditorium PGSD, para ikhwan FIRDAUS (forum silaturahmi dakwah kampus) telah menyulapnya menjadi ruangan yang… cukup rapi, kursi tertata rapi, sofa tamupun telah siap, ya…. Hari ini adalah hari seminar muslimah yang bertemakan Innerbeauty dalam jilbabmu,sebuah tema yang telah lama di rancang oleh departemen annisa FIRDAUS, setelah melalui persiapan yang panjang akhirnya seminar ini terlaksana. berkat semangat yang luar biasa dari ketua annisa, semangatnya hampir sama dengan semangat para ikhwan yang pagi ini merapikan ruang audit. Semangat yang membara, mengangkat perlengkpan tanpa keluh.
Setelah ruangan itu benar2 rapi, para ikhwanpun berlalu, karena ini adalah acara khusu untuk para akhwat ( only girl ), so… ikhwan g boleh ikut.
sekitar pukul 07.45 peserta sudah berdatangan, dengan berbalut busana taqwa nan anggun mereka memsuki gedung audit,
Acara Dimulai… Pembukaan…. Kemudian sambutan dari ketua paniti. Ukhti khrifatu Rosyida ( Ida ), dengan mantap ia berikan sambutan, setelah itu acara inti dimulai, Siti Nur Asiyah S.Psi dan Eka Mei Sukaesih S.E, beliaulah penbicara dalam acara seminar ini, materi pun disampaikan, seperti tema yang telah diusung oleh FIRDAUS, kedua pembicara itu menyampaikan tentang kewajiban seorang muslimah, yang salah satunya adalah berjilbab, dan pancaran kecantikan di balik pesona jilbab, semua pesertapun larut dalam acara itu. Mungkin karena tema yang amat menarik.
Tiba saatnya sesi Tanya jawab, dua dari lima penanya menanyakan tentang cara mempertahankan jilbab dan bagaimana agar tetap pede saat mengenakan jilbab. Dengan jelas dan detail ibu asiah dan ibu eka mei menjawab pertanyaan itu, “ untuk bisa mempertahankan jilban kita harus yakin bahwa perintah Allah adalah utuk melindungi kita, ketika yakin bahwa jilbab mampu melindungi wanita maka kita akan enggan untuk melepaskannya, dan kita harus sabar menghadari kesulitan yang kita rasakan karena Allah berfirman Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6) dan “Hai orang orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah: 153). Jelas Allah tak pernah mempersulit hambanya, sedikitpun tak pernah. “ kemudia agar kita tetap pede mengenakan jilbab yakinlah… dengan jilbab kita tetap bisa berkarya dan berprestasi, jilbab tidak akan menghlangi gerak seorang muslimah, untuk melaksanakan kewajiban dan hak2 yang di ridhai Allah, jilbab tak pernah menjadi penghalang langkah muslimah. Jilbab itu bukan tren atau tradisi. Tapi, berjilbab (menutup aurat ) itu adalah perintah Allah. Seperti firman Allah dalam Alqu’an yang artinya :
”Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaknya mereka menahan pandangannya, dan memelihari kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS: an-Nur: 31). Dan
“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan kepada wanita-wanita mukmin agar mereka mendekatkan diri kepada mereka dengan jilbab mereka supaya mereka mudah dikenal dan supaya mereka tidak diganggu maka sesungguhnya Allah Maha mengampuni dan Maha Penyayang”.(QS. al-Ahzab: 59)
Peserta menerima jawaban2 itu dengan cukup puas.
Sesi Tanya jawab pun berakhir, kemudian peserta hanyut dalam permainan yang mempererat ukhuwah,ta’ada rasa sedih semua tersenyum menikmati anugrah Allah yang luar biasa.
Saatnya berpisah…. Usai Tanya jawab peserta memberikan kesan dan pesan. Ukhti Rianah, seorang mahasiswa semester 4 mengungkapkan kesannya “acara ini luar biasa, terimakasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, karena acara ini menguatkan saya untuk mempertahankan jilbab, dan menambah pengetahuan saya tentang perintah berjilbab. Pesannya buat FIRDAUS sering2 aja ngadain acara seperti ini……… ” itulah secarik kalimat yang terucap ari ukhti Riahnah dengan santun.
Betapa Indahnya perintah Allah, Yakinlah dengan perintah itu, ketika enggan mengenakan jilban karena takut kecantikannya tidak tampak, takut rambut ribondingnya rusak, takut lengannya yang putih tidak kelihatan, takut perhiasan di telinga dan leher tak tampak, takut di sebut cupu, udik, g’ gaul dan ketakutan2 lain..? lebih takutlah ketika tidak bisa menjadi seorang bidadari disurga nanti, takutlah tak bisa tampak cantik ketika menghadap Illahi, dan takutlah menjadi buruk rupa selamanya di akhirat sana…….
SubhanAllah alangkah indahnya ketika kita mampu menikmati kenikmatan hakiki yang Allah anugrahkan. Mungkin semua peserta sminar hanya segelintir muslimah yang InsyaAllah telah merasakan nikmat itu, semoga nikmat itu bisa dirasakan semua muslimah, Amiin….
Dengan santun dan anggun, Ukhti Ayu febriana selaku moderator memberikan kesimpulan dan menutup acara ini dengan kalimah hamdalah dan Doa penutup majelis…
Pesertapun berhamburan, saling bersalaman, kemudian berlalu dengan hati penuh kedamaian…..
Minggu, 27 Februari 2011
Jadwal Puasa Sunnah 1432H / 2011M
1. Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)
- 19, 20, 21 Desember 2010/Muharram 1432 H
- 17, 18, 19 Januari 2011/Shafar 1432 H
- 16, 17, 18 Februari 2011/Rabi’ul Awwal 1432 H
- 18, 19, 20 Maret 2011/Rabi’ul Akhir 1432 H
- 17, 18, 19 April 2011/Jumadil Awwal 1432 H
- 16, 17, 18 Mei 2011/Jumadil Akhir 1432 H
- 15, 16, 17 Juni 2011/Rajab 1432 H
- 14, 15, 16 Juli 2011/Sya’ban 1432 H
- Puasa (wajib) Ramadhan 1432 H - 1 - 29 Agustus 2011 ***t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***
- 11, 12, 13 September 2011/Syawwal 1432 H
- 11, 12, 13 Oktober 2011/Dzulqa’idah 1432 H
- 9, 10, 11 November 2011/Dzulhijjah 1432 H. ***tgl 9 November = hari terakhir Tasyriq, tidak boleh berpuasa***
3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah (antara 28 Oktober - 25 November 2011).
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 5 November 2011.
Puasa dilakuan 28 Oktober - 25 November 2011, terputus dengan idul Adha dan hari Tasyrik,dilanjutkan lagi tgl 10 & 11 November 2011.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah / 6 November 2011.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah / 7, 8, 9 November 2011.
4. Puasa Bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 hari - 9, 10, 11 Muharram (15, 16, 17 Desember 2010).
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura). Bisa juga dilakukann tgl 10 dan 11.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban
Antara 2 - 31 Juli 2011.
6. Puasa pada bulan Syawal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (30 Agustus 2011)
Antara 31 Agustus - 28 September 2011.
7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. *kecuali hari2 yang dilarang berpuasa*
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)
- 19, 20, 21 Desember 2010/Muharram 1432 H
- 17, 18, 19 Januari 2011/Shafar 1432 H
- 16, 17, 18 Februari 2011/Rabi’ul Awwal 1432 H
- 18, 19, 20 Maret 2011/Rabi’ul Akhir 1432 H
- 17, 18, 19 April 2011/Jumadil Awwal 1432 H
- 16, 17, 18 Mei 2011/Jumadil Akhir 1432 H
- 15, 16, 17 Juni 2011/Rajab 1432 H
- 14, 15, 16 Juli 2011/Sya’ban 1432 H
- Puasa (wajib) Ramadhan 1432 H - 1 - 29 Agustus 2011 ***t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***
- 11, 12, 13 September 2011/Syawwal 1432 H
- 11, 12, 13 Oktober 2011/Dzulqa’idah 1432 H
- 9, 10, 11 November 2011/Dzulhijjah 1432 H. ***tgl 9 November = hari terakhir Tasyriq, tidak boleh berpuasa***
3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah (antara 28 Oktober - 25 November 2011).
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 5 November 2011.
Puasa dilakuan 28 Oktober - 25 November 2011, terputus dengan idul Adha dan hari Tasyrik,dilanjutkan lagi tgl 10 & 11 November 2011.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah / 6 November 2011.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah / 7, 8, 9 November 2011.
4. Puasa Bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 hari - 9, 10, 11 Muharram (15, 16, 17 Desember 2010).
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura). Bisa juga dilakukann tgl 10 dan 11.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban
Antara 2 - 31 Juli 2011.
6. Puasa pada bulan Syawal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (30 Agustus 2011)
Antara 31 Agustus - 28 September 2011.
7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. *kecuali hari2 yang dilarang berpuasa*
Peningkatan Pembelajaran di Sekolah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif.
Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.
Interaksi antarmanusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi, baik dibidang pendidikan,ekonomi, sosial, politik budaya, dan sebagainya. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru,
B. Rumusan Masalah
Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas.
Dari permasalahan yang ada , sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan stakeloders mempunyai tanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. terhadap kemajuan dan peningkatan kompetensi siswa , dimana hasilnya akan terlihat dari jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus.dengan demikian tangung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah , selalu dibebankan kepada guru .lalu bagaimana kesiapan unsur-unsur tersebut dalam peningkatan mutu proses pembelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Pendidikan
Menururt pendapat Ki Hajar Dewantoro dalam Kongres Taman Siswa ( 1930 ) mengungkapkan :
“Pendidikan. Umumnja berarti daja-upaja untuk memadjukan bertumbuhnja budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …
[Pendidikan. Umumnya berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …]” (Ki Hajar Dewantoro, 1962: 3)
Dalam arti yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. (Ismaun, 2007: 57). Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. (Syaiful Sagala , 2006 : 3).
Sementara itu Hamid Darmadi (2007 : 3) berpendapat :Pendidikan mengadung tujuan yang ingin dicapai, yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehinga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu.
pelatihan;proses , perbuatan, cara mendidik. Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1) dikatakan bahwa :
”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengambangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadaian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa, dan Negara .”
Selanjutnya, Sihombing (2002) dalam Ety Rochaety, dkk (2005 :7 ) bahwa pendidikan mengandung pokok-pokok penting sebagai berikut :
1. Pendidikan adalah proses pembelajaran
2. Pendidikan adalah proses social
3. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia
4. Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan kemampuan , sikpa, dan perilaku positif.
5. Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar
6. Pendidikan berkaitan dengancara mendidik
7. Pendidikan memiliki dampak lingkungan
8. Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal
Berdasarkan hal tersebut di atas, bahwa pendidikan merupakan sutau system yang memiliki kegiatan cukup kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu dengan yang lain, dengan tujuan untuk membangun masa depan bangsa.
Jika menginginkan pendidikan secara teratur , berbagai elemen (komponen ) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenal terlebih dahulu.untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu system yang dapat dilihat secara mikro dan makro .
B. Hakekat Mutu Pendidikan
Sebelum membahas tentang mutu pendidikan terlebih dahulu akan dibahas tentang mutu dan pendidikan. Banyak ahli yang mengemukakan tentang mutu, seperti yang dikemukakan oleh Edward Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan. Sudarwan Danim (2007 : 53 ) mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu poduk atau hasil kerja, baik berupa barang dan jasa. Sedangkan dalam dunia pendidikan barang dan jasa itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dan dapat dirasakan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991 :677 ) menyatakan Mutu adalah (ukuran ), baik buruk suatu benda;taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb) kualitas. Selanjutnya Lalu Sumayang ( 2003 : 322) menyatakan quality (mutu ) adalah tingkat dimana rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya, disamping itu quality adalah tingkat di mana sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan rancangan spesifikasinya.
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulan bahwa mutu (quality ) adalah sebuah filsosofis dan metodologis, tentang (ukuran ) dan tingkat baik buruk suatu benda, yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan
Dalam pandangan Zamroni ( 2007 : 2 ) dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Konsep total quality management pertama kali dikemukakan oleh Nancy Warren, seorang behavioral scientist di United States Navy (Walton dalam Bounds, et. al, 1994). Istilah ini mengandung makna every process, every job, dan every person (Lewis & Smith, 1994). Pengertian TQM dapat dibedakan menjadi dua aspek (Goetsch & davis, 1994).
Aspek pertama menguraikan apa TQM. TQM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimumkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Aspek kedua menyangkut cara mencapainya dan berkaitan dengan sepuluh karakteristik TQM yang terdiri atas : (a) focus pada pelanggan (internal & eksternal), (b) berorientasi pada kualitas, (c) menggunakan pendekatan ilmiah, (d) memiliki komitmen jangka panjang, (e) kerja sama tim, (f) menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, (g) pendidikan dan pelatihan, (h) menerapkan kebebasan yang terkendali, (i) memiliki kesatuan tujuan, (j) melibatkan dan memberdayakan karyawan.( Ety Rochaety,dkk,2005 :97 )
Edward Sallis ( 2006 :73 ) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) Pendidikan adalah sebuah filsosofis tentang perbaikan secara terus- menerus , yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan , keinginan , dan harapan para pelanggannya saat ini dan untuk masa yang akan datang
Di sisi lain, Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM , dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). Teori ini menjelaskan bahwa mutu sekolah mencakup tiga kemampuan, yaitu : kemampuan akademik, sosial, dan moral. (Zamroni , 2007 :6 )
Menurut teori ini, mutu sekolah ditentukan oleh tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses belajar mengajar, dan realitas sekolah. Kultur sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, baik secara sadar maupun tidak. Kultur ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah, yaitu : guru, kepala sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga orang tua siswa. Kultur yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu sekolah, sebaliknya kultur yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu sekolah.
C.Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah
Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim ( 2007 : 56 ), yaitu dengan melibatkan lima faktor yang dominan :
1. Kepemimpinan Kepala sekolah; kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas, mampu dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat.
2. Siswa; pendekatan yang harus dilakukan adalah “anak sebagai pusat “ sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa .
3. Guru; pelibatan guru secara maksimal , dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar, MGMP, lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah.
4. Kurikulum; sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis , dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal;
5. Jaringan Kerjasama; jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (ornag tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain, seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja
Berdasarkan pendapat diatas, perubahan paradigma harus dilakukan secara bersama-sama antara pimpinan dan karyawan sehingga mereka mempunyai langkah dan strategi yang sama yaitu menciptakan mutu dilingkungan kerja khususnya lingkungan kerja pendidikan. Pimpinan dan karyawan harus menjadi satu tim yang utuh (teamwork ) yangn saling membutuhkan dan saling mengisi kekurangan yang ada sehingga target (goals ) akan tercipta dengan baik
D.Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah
Unsur yang terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan dapat lihat dari sudut pandang makro dan mikro pendidikan, seperti yang dijabarkan di bawah ini :
1. Pendekatan Mikro Pendidikan :
Yaitu suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indicator kajiannya dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik, pendidik, dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan. Secara lengkap elemen mikro sebagai berikut :
a. Kualitas manajemen
b. Pemberdayaan satuan pendidikan
c. Profesionalisme dan ketenagaan
d. Relevansi dan kebutuhan.
Berdasarkan tinjauan mikro elemen guru dan siswa yang merupakan bagian dari pemberdayaan satuan pendidikan merupakan elemen sentral. Pendidikan untuk kepentingan peserta didik mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan ini ada berbagai sumber dan kendala, dengan memperhatikan sumber dan kendala ditetapkan bahan pengajaran dan diusahakan berlangsungnya proses untuk mencapai tujuan. Proses ini menampilkan hasil belajar. hasil belajar perlu dinilai dan dari hasil penilaian dapat merupakan umpan balik sebagai bahan masukan dan pijakan.
2. Pendekatan Makro Pendidikan
Yaitu kajian pendidikan dengan elemen yang lebih luas dengan elemen sebagai berikut:
a.Standarisasi pengembangan kurikulum
b.Pemerataan dan persamaan, serta keadilan
c.Standar mutu
d.Kemampuan bersaing.
Tinjauan makro pendidikan menyangkut berbagai hal yang digambarkan dalam dua bagan ( P.H Coombs, 1968 ) dalam Etty Rochaety, dkk (2005 : bahwa pendekatan makro pendidikan melalui jalur pertama yaitu INPUT SUMBER – PROSES PENDIDIKAN – HASIL PENDIDIKAN
Input sumber pendidikan akan mempengaruhi dalam kegiatan proses pendidikan , dimana proses pendidikan didasari oleh berbagai unsur sehingga semakin siap suatu lembaga dan semakin lengkap komponen pendidikan yang dimiliki maka akan menciptakan hasil pendidikan yang berkualitas.
E. Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah
Secara umum untuk meingkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan strategi peningkatan pemerataan pendidikan, dimana unsure makro dan mikro pendidikan ikut terlibat, untuk menciptakan (Equality dan Equity ) , mengutip pendapat Indra Djati Sidi ( 2001 : 73 ) bahwa pemerataan pendidikan harus mengambil langkah sebagai berikut :
1.Pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang diperlukan anak usia sekolah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.
2.Optimalisasi sumber daya pendidikan yang sudah tersedia, antara lain melalui double shift ( contoh pemberdayaan SMP terbuka dan kelas Jauh )
3.Memberdayakan sekolah-sekolah swasta melalui bantuan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu embelajaran siswa dan optimalisasi daya tampung yang tersedia.
4.Melanjutkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB ) dan Ruang Kelas Baru (RKB ) bagi daerah-daerah yang membutuhkan dengan memperhatikan peta pendidiakn di tiap –tiap daerah sehingga tidak mengggangu keberadaan sekolah swasta.
5.Memberikan perhatian khusus bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin, masyarakat terpencil, masyarakat terisolasi, dan daerah kumuh.
6.Meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut serta mengangani penuntansan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, mrupakan salah satu tolok ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran , kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua ) siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah,sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah.
B. Saran
Adanya globalisasi yang semakin melaju dengan cepat membuan semua elemen kehidupan dituntut untuk berubah menjadi lebih baik, tidak kecuali pendidikan. Dalam pendidikan guru merupakan tokoh utama yang mempengaruhi perubahannya, sehingga sebagai seorang guru dituntun untuk bisa melakukan suatu perubahan mutu dalam pendidikan.
Guru tidak seerta merta bisa memberikan perubahan dalan pendidikan, namun dengan strategi dan pengetahuan yang cukup guru mampu mengubah mutu pendidikan.
Daftar Pustaka
Dewantoro, Ki Hajar. 1962. Bagian Pertama: Pendidikan. Jogjakarta : Taman Siswa.
Eti Rochaety,dkk.2005 . Sistem Informamsi Manajemen Pendidikan. Jakarta : bumi Aksara
Lalu Sumayang.2003. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta : Salemba Empat
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kloang klede Putra Timur
Sagala,Syaiful.2005.Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
—————–.2004. Manajemen Berbasis Sekolah &Masyarakat. Bandaung : alfabeta
Sudarwan Danim.2007.Visi Baru Manajemen Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif.
Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.
Interaksi antarmanusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi, baik dibidang pendidikan,ekonomi, sosial, politik budaya, dan sebagainya. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru,
B. Rumusan Masalah
Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas.
Dari permasalahan yang ada , sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan stakeloders mempunyai tanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. terhadap kemajuan dan peningkatan kompetensi siswa , dimana hasilnya akan terlihat dari jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus.dengan demikian tangung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah , selalu dibebankan kepada guru .lalu bagaimana kesiapan unsur-unsur tersebut dalam peningkatan mutu proses pembelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Pendidikan
Menururt pendapat Ki Hajar Dewantoro dalam Kongres Taman Siswa ( 1930 ) mengungkapkan :
“Pendidikan. Umumnja berarti daja-upaja untuk memadjukan bertumbuhnja budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …
[Pendidikan. Umumnya berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …]” (Ki Hajar Dewantoro, 1962: 3)
Dalam arti yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. (Ismaun, 2007: 57). Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. (Syaiful Sagala , 2006 : 3).
Sementara itu Hamid Darmadi (2007 : 3) berpendapat :Pendidikan mengadung tujuan yang ingin dicapai, yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehinga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu.
pelatihan;proses , perbuatan, cara mendidik. Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1) dikatakan bahwa :
”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengambangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadaian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa, dan Negara .”
Selanjutnya, Sihombing (2002) dalam Ety Rochaety, dkk (2005 :7 ) bahwa pendidikan mengandung pokok-pokok penting sebagai berikut :
1. Pendidikan adalah proses pembelajaran
2. Pendidikan adalah proses social
3. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia
4. Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan kemampuan , sikpa, dan perilaku positif.
5. Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar
6. Pendidikan berkaitan dengancara mendidik
7. Pendidikan memiliki dampak lingkungan
8. Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal
Berdasarkan hal tersebut di atas, bahwa pendidikan merupakan sutau system yang memiliki kegiatan cukup kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu dengan yang lain, dengan tujuan untuk membangun masa depan bangsa.
Jika menginginkan pendidikan secara teratur , berbagai elemen (komponen ) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenal terlebih dahulu.untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu system yang dapat dilihat secara mikro dan makro .
B. Hakekat Mutu Pendidikan
Sebelum membahas tentang mutu pendidikan terlebih dahulu akan dibahas tentang mutu dan pendidikan. Banyak ahli yang mengemukakan tentang mutu, seperti yang dikemukakan oleh Edward Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan. Sudarwan Danim (2007 : 53 ) mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu poduk atau hasil kerja, baik berupa barang dan jasa. Sedangkan dalam dunia pendidikan barang dan jasa itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dan dapat dirasakan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991 :677 ) menyatakan Mutu adalah (ukuran ), baik buruk suatu benda;taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb) kualitas. Selanjutnya Lalu Sumayang ( 2003 : 322) menyatakan quality (mutu ) adalah tingkat dimana rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya, disamping itu quality adalah tingkat di mana sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan rancangan spesifikasinya.
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulan bahwa mutu (quality ) adalah sebuah filsosofis dan metodologis, tentang (ukuran ) dan tingkat baik buruk suatu benda, yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan
Dalam pandangan Zamroni ( 2007 : 2 ) dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Konsep total quality management pertama kali dikemukakan oleh Nancy Warren, seorang behavioral scientist di United States Navy (Walton dalam Bounds, et. al, 1994). Istilah ini mengandung makna every process, every job, dan every person (Lewis & Smith, 1994). Pengertian TQM dapat dibedakan menjadi dua aspek (Goetsch & davis, 1994).
Aspek pertama menguraikan apa TQM. TQM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimumkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Aspek kedua menyangkut cara mencapainya dan berkaitan dengan sepuluh karakteristik TQM yang terdiri atas : (a) focus pada pelanggan (internal & eksternal), (b) berorientasi pada kualitas, (c) menggunakan pendekatan ilmiah, (d) memiliki komitmen jangka panjang, (e) kerja sama tim, (f) menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, (g) pendidikan dan pelatihan, (h) menerapkan kebebasan yang terkendali, (i) memiliki kesatuan tujuan, (j) melibatkan dan memberdayakan karyawan.( Ety Rochaety,dkk,2005 :97 )
Edward Sallis ( 2006 :73 ) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) Pendidikan adalah sebuah filsosofis tentang perbaikan secara terus- menerus , yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan , keinginan , dan harapan para pelanggannya saat ini dan untuk masa yang akan datang
Di sisi lain, Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM , dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). Teori ini menjelaskan bahwa mutu sekolah mencakup tiga kemampuan, yaitu : kemampuan akademik, sosial, dan moral. (Zamroni , 2007 :6 )
Menurut teori ini, mutu sekolah ditentukan oleh tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses belajar mengajar, dan realitas sekolah. Kultur sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, baik secara sadar maupun tidak. Kultur ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah, yaitu : guru, kepala sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga orang tua siswa. Kultur yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu sekolah, sebaliknya kultur yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu sekolah.
C.Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah
Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim ( 2007 : 56 ), yaitu dengan melibatkan lima faktor yang dominan :
1. Kepemimpinan Kepala sekolah; kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas, mampu dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat.
2. Siswa; pendekatan yang harus dilakukan adalah “anak sebagai pusat “ sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa .
3. Guru; pelibatan guru secara maksimal , dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar, MGMP, lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah.
4. Kurikulum; sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis , dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal;
5. Jaringan Kerjasama; jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (ornag tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain, seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja
Berdasarkan pendapat diatas, perubahan paradigma harus dilakukan secara bersama-sama antara pimpinan dan karyawan sehingga mereka mempunyai langkah dan strategi yang sama yaitu menciptakan mutu dilingkungan kerja khususnya lingkungan kerja pendidikan. Pimpinan dan karyawan harus menjadi satu tim yang utuh (teamwork ) yangn saling membutuhkan dan saling mengisi kekurangan yang ada sehingga target (goals ) akan tercipta dengan baik
D.Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah
Unsur yang terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan dapat lihat dari sudut pandang makro dan mikro pendidikan, seperti yang dijabarkan di bawah ini :
1. Pendekatan Mikro Pendidikan :
Yaitu suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indicator kajiannya dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik, pendidik, dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan. Secara lengkap elemen mikro sebagai berikut :
a. Kualitas manajemen
b. Pemberdayaan satuan pendidikan
c. Profesionalisme dan ketenagaan
d. Relevansi dan kebutuhan.
Berdasarkan tinjauan mikro elemen guru dan siswa yang merupakan bagian dari pemberdayaan satuan pendidikan merupakan elemen sentral. Pendidikan untuk kepentingan peserta didik mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan ini ada berbagai sumber dan kendala, dengan memperhatikan sumber dan kendala ditetapkan bahan pengajaran dan diusahakan berlangsungnya proses untuk mencapai tujuan. Proses ini menampilkan hasil belajar. hasil belajar perlu dinilai dan dari hasil penilaian dapat merupakan umpan balik sebagai bahan masukan dan pijakan.
2. Pendekatan Makro Pendidikan
Yaitu kajian pendidikan dengan elemen yang lebih luas dengan elemen sebagai berikut:
a.Standarisasi pengembangan kurikulum
b.Pemerataan dan persamaan, serta keadilan
c.Standar mutu
d.Kemampuan bersaing.
Tinjauan makro pendidikan menyangkut berbagai hal yang digambarkan dalam dua bagan ( P.H Coombs, 1968 ) dalam Etty Rochaety, dkk (2005 : bahwa pendekatan makro pendidikan melalui jalur pertama yaitu INPUT SUMBER – PROSES PENDIDIKAN – HASIL PENDIDIKAN
Input sumber pendidikan akan mempengaruhi dalam kegiatan proses pendidikan , dimana proses pendidikan didasari oleh berbagai unsur sehingga semakin siap suatu lembaga dan semakin lengkap komponen pendidikan yang dimiliki maka akan menciptakan hasil pendidikan yang berkualitas.
E. Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah
Secara umum untuk meingkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan strategi peningkatan pemerataan pendidikan, dimana unsure makro dan mikro pendidikan ikut terlibat, untuk menciptakan (Equality dan Equity ) , mengutip pendapat Indra Djati Sidi ( 2001 : 73 ) bahwa pemerataan pendidikan harus mengambil langkah sebagai berikut :
1.Pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang diperlukan anak usia sekolah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.
2.Optimalisasi sumber daya pendidikan yang sudah tersedia, antara lain melalui double shift ( contoh pemberdayaan SMP terbuka dan kelas Jauh )
3.Memberdayakan sekolah-sekolah swasta melalui bantuan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu embelajaran siswa dan optimalisasi daya tampung yang tersedia.
4.Melanjutkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB ) dan Ruang Kelas Baru (RKB ) bagi daerah-daerah yang membutuhkan dengan memperhatikan peta pendidiakn di tiap –tiap daerah sehingga tidak mengggangu keberadaan sekolah swasta.
5.Memberikan perhatian khusus bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin, masyarakat terpencil, masyarakat terisolasi, dan daerah kumuh.
6.Meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut serta mengangani penuntansan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, mrupakan salah satu tolok ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran , kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua ) siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah,sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah.
B. Saran
Adanya globalisasi yang semakin melaju dengan cepat membuan semua elemen kehidupan dituntut untuk berubah menjadi lebih baik, tidak kecuali pendidikan. Dalam pendidikan guru merupakan tokoh utama yang mempengaruhi perubahannya, sehingga sebagai seorang guru dituntun untuk bisa melakukan suatu perubahan mutu dalam pendidikan.
Guru tidak seerta merta bisa memberikan perubahan dalan pendidikan, namun dengan strategi dan pengetahuan yang cukup guru mampu mengubah mutu pendidikan.
Daftar Pustaka
Dewantoro, Ki Hajar. 1962. Bagian Pertama: Pendidikan. Jogjakarta : Taman Siswa.
Eti Rochaety,dkk.2005 . Sistem Informamsi Manajemen Pendidikan. Jakarta : bumi Aksara
Lalu Sumayang.2003. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta : Salemba Empat
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kloang klede Putra Timur
Sagala,Syaiful.2005.Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
—————–.2004. Manajemen Berbasis Sekolah &Masyarakat. Bandaung : alfabeta
Sudarwan Danim.2007.Visi Baru Manajemen Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara
Langganan:
Postingan (Atom)



