Pagi yang cerah, semua penghuni kaki gunung berduyun-duyun menuju tempat mencari nafkah. berbekal cangkul, sabit, dan macam alat pertanian lain, melangkah dengan yakin dan penuh harap pada hasil kebun.
masih teramat dini ketika langit yang biru cerah berubah jadi gelap pekat. Hanya dalam hitungan menit si pekat menjatuhkan segala isi dari ketinggian sekian meter.. dan byur........ lebat, deras, air tercurah tanpa jeda.
Ada yang berbeda dengan biasanya, hujan pagi ini terasa betul di atap rumah, bunyinya tak lagi tik, tik, tik. Beda sekali, sebab hujan pagi ini disertai butiran es kecil, penduduk desa menyebutnya “udan woh” hujan yang berbuah, pantas dikatakan buah karena memang seperti buah-buah air yang jatuh bersama hujan.
Ini adalah “udan woh” pertama yang aku lihat setelah belasan tahun lamanya, dulu... dulu sekali saat aku masih berseragam merah putih, sering melihat, bahkan menikmati. Membawa ”tampah” sebagai penadah butiran es kecil, dan dengan girang memakan butiran-butiran itu.
Adalah hal yang teramat menyenangkan ketika bisa berlari kian kemari mencari buah hujan itu, mengumpulkan dan memakannya. Anugrah luar biasa untuk penduduk lereng gunung. Tapi... ada setumpuk kekhawatitran di sela tawa. Gunung yang sudah tua, dengan pohon yang hampir tiap hari di tebang, untuk menopang hidup agar tetap bisa mengisi panci atau ditebang sekedar untuk menghangatkan tubuh. Berapa tahun lagi bisa bertahan? dengan guyuran sederas ini??? jika pepohonan penadah air terus direnggut.
Wallahu ‘alam... hanya Allah yang tahu, Bersama hujan Allah menurunkan rizki hingga kedatangannya patut disyukuri, bahkan salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah dikala hujan. Bersyukur.... Memuji keagunganNYA, dengan harap akan ada kebaikan yang mengalir setelah hujan mereda.
Harapan itu lumrah. Namun, apa pantas,,, hanya berharap tapi tidak diiringi tingkah yang mampu memunculkan harapan itu??? tentu saja tidak... berharap dan pasrah itu untuk membuntuti tingkah. Seberapa besar hal yang di perbuat untuk mengubah keadaan. Di luar kuasa, manusia tak dapat berbuat apa-apa. tapi setidaknya berusaha.... sebab Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum jika ia tak berusaha merubahnya.
Menjaga hutan tetap lestari adalah salah satu usaha agar alam tak murka, hanya menjaga bukan memunculkan atau membuat hutan itu ada, tapi “menjaga” akan menjadi hal paling sulit ketika kesadaran akan pentingnya hutan dan betapa bahayanya hutan gundul tak ada di benak orang-orang masa kini yang katanya mereka adalah “orang modern”.
“udan woh” akan ada lagi dan terus ada, ketinggian gunung yang hampir 2000 m (< > 1800m) diatas permukaan membuat suhu teramat rendah dan hujanpun membeku,,
Kelak akan ada kegirangan saat meninkmati anugrah itu, indahnya “udah woh” menjadi pemandangan menakjubkan, tanpa diiringi kekhawatiran akan rentanya lereng gunung yang sewaktu-waktu merosot, menimbun orang-orang tak berdaya,,,
“udan woh” Penduduk kaki gunung akan girang menyaksikan kedatanganmu. Datanglah bersama sejuta kebaikan untuk kami “penghuni kaki gunung”
Gerlang, 26 Februari 2012
bukan khayalan tapi sebuah keinginan.... keindahan warna yang hanya berkutat di kutub hadir di katulistiwa... dengan jutaan warna yang jauh lebih indah.... mewarnai tiap bait hidupnya, sebagai rasa syukur atas karunia Allah 'Azza wa Jalla... dan...mencoba menghadirkan senyum untuk orang2 trcintanya... Aurora melangkah di katulistiwa dg cinta dan cita... mencari secarik kebenaran yg tak dimilikinya....
Selasa, 28 Februari 2012
Jumat, 24 Februari 2012
caraku untuk tersenyum
jangan sedih....
mungkin ini terbaik
bukan karena Allah sayang padaku atau padamu saja
tapi karena Allah sayang pada kita
lebih dari anugrahNYA yang membiarkan kita bebas bernafas
yang membiarkan mata berkedip dan jantung berdetak...
yakinlah......
Allah teramat sayang, lebih dari yang kita tahu
karena sering kita tak mau tahu
betapa agung dan indahnya kasih Allah itu...
ini caraku untuk tersenyum...
menata huruf menjadi kalimat,
kemudian menyusunnya menjadi lembaran cerita
yang bertumpuk,,, menyangga hati yang kian lemah..
hanya tidak ingin melewati dengan kebekuan
menyadarkan diri... betapa Allah akan selalu menghiburku
di sela kesibukanku memetik hari yang sangat sering melupakan keagunganNYA
dengan tiba2 akan terkekeh melihat rangkaian cerita yang di dramatisir,,, dan mungkin berlebihan...
aku disini sedang berusaha untuk tidak mengingatmu..
kau juga harus lakukan itu..
demi, hati kita,,
dan hati orang2 yang sedang menjaga hatinya untuk kita "yang msh mjd rhasia
Allah"
untuk orang yang pernah membuat aku tersenyum....
maaf...T T
mungkin ini terbaik
bukan karena Allah sayang padaku atau padamu saja
tapi karena Allah sayang pada kita
lebih dari anugrahNYA yang membiarkan kita bebas bernafas
yang membiarkan mata berkedip dan jantung berdetak...
yakinlah......
Allah teramat sayang, lebih dari yang kita tahu
karena sering kita tak mau tahu
betapa agung dan indahnya kasih Allah itu...
ini caraku untuk tersenyum...
menata huruf menjadi kalimat,
kemudian menyusunnya menjadi lembaran cerita
yang bertumpuk,,, menyangga hati yang kian lemah..
hanya tidak ingin melewati dengan kebekuan
menyadarkan diri... betapa Allah akan selalu menghiburku
di sela kesibukanku memetik hari yang sangat sering melupakan keagunganNYA
dengan tiba2 akan terkekeh melihat rangkaian cerita yang di dramatisir,,, dan mungkin berlebihan...
aku disini sedang berusaha untuk tidak mengingatmu..
kau juga harus lakukan itu..
demi, hati kita,,
dan hati orang2 yang sedang menjaga hatinya untuk kita "yang msh mjd rhasia
Allah"
untuk orang yang pernah membuat aku tersenyum....
maaf...T T
Jumat, 13 Januari 2012
juara lagi....
hm..... tidak menyangka... bukan anda, anda, dan anda saja yang heran,,, kami juga heran... kenapa bisa??? satu dari 28 SD itu adalah SD gunung... yang butuh 1 jam lebih untuk bisa ke nadi kota, melewati medan yang luar biasa dahsyat.....
kenapa dari 28 SD adalah SD terpencil??? karena usaha dan anugrah tentunya... hingga akhirnya bisa menjadi no 1 di olipiade matematik tngkat kecamatan, setelah sebelumnya no 1 di LCC...
adalah guru2 luar biasa yang dengan ikhlas hilir mudik menaklukan jalanan gunung....
merekalah.... pangkal dari keberhasilan ini.....
terimakasih bapak dan ibu guru....
terimakasih........ kami anak2 SD GERLANG tidak akan melupakan
jasa2mu....
kenapa dari 28 SD adalah SD terpencil??? karena usaha dan anugrah tentunya... hingga akhirnya bisa menjadi no 1 di olipiade matematik tngkat kecamatan, setelah sebelumnya no 1 di LCC...
adalah guru2 luar biasa yang dengan ikhlas hilir mudik menaklukan jalanan gunung....
merekalah.... pangkal dari keberhasilan ini.....
terimakasih bapak dan ibu guru....
terimakasih........ kami anak2 SD GERLANG tidak akan melupakan
jasa2mu....
Jumat, 30 Desember 2011
Kaleidoskop
Si pelaku drama luar biasa dalam dunia nyatapun tak tahu alurnya... berjalan begitu saja tanpa jeda untuk merubah cerita yang terus mengalir sederas air... kaget iya.. terkejut apalagi... episode-episode yang telah tayang benar-benar tak terbayang sebelumnya.
Tersenyum... sekarang tersenyumlah,,,, sedikit saja, simpan sisanya untuk esok atau lusa... karena tak tahu kelanjutannya...
Dan benar adanya, saat tanya melintas dengan keluguan...
hanya bisa menggelangkan kepala, untuk satu hal yang dianggap tak begitu penting, padahal cukup penting,,, bahkan tersenyum kecut mendengar celotehan yang tak perlu didengarkan.
Berjalan lagi seperti mula adanya, di rel takdir yang telah digariskan.
hey,,, lihat,,,, disini, di ujung daratan penuh kejutan, melewati nadi kota untuk tepi lautan dengan polutan yang memekakan. perjalanan ini melelahkan tapi tidak meletihkan,,, kemudian tawa pecah, melambai mengukir terang ditengah kepekatan waktu, berjibaku dengan ini dan itu yang mau tak mau akan segera berlalu...
Lalu setumpuk tanya lagi...
apakah hari-hari ini akan berlalu dengan begini saja. Setelah cerita itu ada dengan tanpa satu hal yang membuat tersentuh atau terkesan dengan cerita itu. Setelah berjalan sekian jauh dijalan yang sama????
Apakah pernah merasa jenuh, berfikir untuk mengakhiri cerita ini, dan membuat cerita baru yang lebih mengharu biru??? ya... jawabnya pasti IYA.....??
sederet kisah itu nyata tapi akan segera menjadi kisah fiktif tanpa rekayasa seperti melodi saat dunia tak mengeluarkan suara, tidak ada yang menakjubkan karena memang hanya se-sederhana dongeng bocah-bocah kocak. rona indah dalam bingkai ukhuwah hanya sekelumit bumbu disela keajaiban yang tak sengaja terhirup bersama anugrah untuk semua penghuni bumi.
tidak akan terpaku saat tahun berganti masa, tidak pula dirundung bingung atau bimbang, olala.... tapi ada butir bening di sudut mata... tangiskah??? entah, apa artinya???si pemilik matapun tak tahu kenapa, mungkin takut jika tak bisa bersua...
Sudahlah... lupakan saja, kilau pelangi akan segera tiba bersama sejarah baru... mendengarkan suara hati adalah kata terbijak untuk melangkah lagi, mengiringi detak jantung dan kerlip mata, sekarang, esok, lusa, dan seterusnya,,,,
Kelak... yang tidak mau belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulangi lagi, beruntung jika sejarah itu gemilang, maka malanglah... jika sejarah itu kusut tak layak disandang...
Sekarang....
di sini seperti ini,,, boleh, jika kau ingin tahu, tapi tak apa kalau tak mau puduli...
di sana seperti itu,,, seperti apa?? tak bisa menerka bila tak ada berita.. jika boleh meminta? sekedar saja kirimkan suara... atau sebaris doa.. “baik-baiklah dengan tugasmu,,,,”
agar kelak ada kaleidoskop lagi.... ^_^
tentang tahun yang sudah dilewati.........^_^
ya lek.....???
Tersenyum... sekarang tersenyumlah,,,, sedikit saja, simpan sisanya untuk esok atau lusa... karena tak tahu kelanjutannya...
Dan benar adanya, saat tanya melintas dengan keluguan...
hanya bisa menggelangkan kepala, untuk satu hal yang dianggap tak begitu penting, padahal cukup penting,,, bahkan tersenyum kecut mendengar celotehan yang tak perlu didengarkan.
Berjalan lagi seperti mula adanya, di rel takdir yang telah digariskan.
hey,,, lihat,,,, disini, di ujung daratan penuh kejutan, melewati nadi kota untuk tepi lautan dengan polutan yang memekakan. perjalanan ini melelahkan tapi tidak meletihkan,,, kemudian tawa pecah, melambai mengukir terang ditengah kepekatan waktu, berjibaku dengan ini dan itu yang mau tak mau akan segera berlalu...
Lalu setumpuk tanya lagi...
apakah hari-hari ini akan berlalu dengan begini saja. Setelah cerita itu ada dengan tanpa satu hal yang membuat tersentuh atau terkesan dengan cerita itu. Setelah berjalan sekian jauh dijalan yang sama????
Apakah pernah merasa jenuh, berfikir untuk mengakhiri cerita ini, dan membuat cerita baru yang lebih mengharu biru??? ya... jawabnya pasti IYA.....??
sederet kisah itu nyata tapi akan segera menjadi kisah fiktif tanpa rekayasa seperti melodi saat dunia tak mengeluarkan suara, tidak ada yang menakjubkan karena memang hanya se-sederhana dongeng bocah-bocah kocak. rona indah dalam bingkai ukhuwah hanya sekelumit bumbu disela keajaiban yang tak sengaja terhirup bersama anugrah untuk semua penghuni bumi.
tidak akan terpaku saat tahun berganti masa, tidak pula dirundung bingung atau bimbang, olala.... tapi ada butir bening di sudut mata... tangiskah??? entah, apa artinya???si pemilik matapun tak tahu kenapa, mungkin takut jika tak bisa bersua...
Sudahlah... lupakan saja, kilau pelangi akan segera tiba bersama sejarah baru... mendengarkan suara hati adalah kata terbijak untuk melangkah lagi, mengiringi detak jantung dan kerlip mata, sekarang, esok, lusa, dan seterusnya,,,,
Kelak... yang tidak mau belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulangi lagi, beruntung jika sejarah itu gemilang, maka malanglah... jika sejarah itu kusut tak layak disandang...
Sekarang....
di sini seperti ini,,, boleh, jika kau ingin tahu, tapi tak apa kalau tak mau puduli...
di sana seperti itu,,, seperti apa?? tak bisa menerka bila tak ada berita.. jika boleh meminta? sekedar saja kirimkan suara... atau sebaris doa.. “baik-baiklah dengan tugasmu,,,,”
agar kelak ada kaleidoskop lagi.... ^_^
tentang tahun yang sudah dilewati.........^_^
ya lek.....???
Selasa, 27 Desember 2011
Tidak Buta
cinta tidak buta,
bila tersesat ia kan cari jalan keluar
bila tak tahu arah ia kan mencari petunjuk
bila terperangkap dalam gelap ia kan mencari cahaya Illahi tuk bisa kembali
bila tenggelam ia kan mencari tempat berpijak
bila hanyut ia kan singgah di muaranya, dan....
bila terdampar ia kan bertahan dengan segala daya
karena ia adalah anugerah, fitrah yang tak bisa di pungkiri
anugrah dengan segala onak dan aniknya
yang di turunkan dengan segenap penyangganya
diturunkan dengan segala batasannya,,,,
dimana penyangga itu???
cinta tidak buta, ia temukan penyangga di bawah naungan Illahi
tiang kokoh yang tidah akan pernah runtuh....
dimana batasannya????
cinta tidak buta, ia gali batasan itu dari kalam Illahi
yang memetak-metakan cinta dengan segala keindahannya
bila tersesat ia kan cari jalan keluar
bila tak tahu arah ia kan mencari petunjuk
bila terperangkap dalam gelap ia kan mencari cahaya Illahi tuk bisa kembali
bila tenggelam ia kan mencari tempat berpijak
bila hanyut ia kan singgah di muaranya, dan....
bila terdampar ia kan bertahan dengan segala daya
karena ia adalah anugerah, fitrah yang tak bisa di pungkiri
anugrah dengan segala onak dan aniknya
yang di turunkan dengan segenap penyangganya
diturunkan dengan segala batasannya,,,,
dimana penyangga itu???
cinta tidak buta, ia temukan penyangga di bawah naungan Illahi
tiang kokoh yang tidah akan pernah runtuh....
dimana batasannya????
cinta tidak buta, ia gali batasan itu dari kalam Illahi
yang memetak-metakan cinta dengan segala keindahannya
Oktober 2011
Ya Allah...
aku bisa menguraikan kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi paragraf yang tersusun rapi berisi rangkaian ungkapan atas segala hal yang aku alami... Bahkan, kumpulan kata itu bisa ku bukukan... karena semua yang ku rasa dapat kutuangkan... entah itu suka, duka, terharu atau bahkan tentang kegelian-kegelian.. hal2 Yang menggelitik hati...
tapi sekarang, hari ini,,,, satu katapun tak dapat ku ucapkan untuk menggambarkan suasana ini,,, ketika melihat mata ibu berbinar... saat melihat senyum bapak tersungging riang...
Alhamdulillah... Alhamdulillah.... Alhamdulillah... sujudku untukMu ya Allah........
untuk smua yang Kau anugrahkan....
Sekali lagi...
aku tak bisa mengungkapkan apa yang ku rasa....
hmmm,,,, dulu.... bermimpipun tidak, mengintip, apalagi memegang gerbangnya,,,,??
sekarang,,, tidak terasa 4 tahun menjadi bagian dari tempat bersejarah ini...bukan,,, lebih tepatnya 3 tahun 11 bulan 14 hari...
Sejak masuk, sampai tanggal 15 Agustus, hari bersejarah.. saat aku brjuang meloloskan diri dari tepat tercinta,setelah sekian lama berjibaku dengan banyak hal yang menegangkan,,,,
apa ya...?? kata indah apa yang paling tepat untuk melukiskan hari ini,,, belum ada... selain kata Syukur,,,, Alhamdulillah..... ya Allah....
aku bisa menguraikan kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi paragraf yang tersusun rapi berisi rangkaian ungkapan atas segala hal yang aku alami... Bahkan, kumpulan kata itu bisa ku bukukan... karena semua yang ku rasa dapat kutuangkan... entah itu suka, duka, terharu atau bahkan tentang kegelian-kegelian.. hal2 Yang menggelitik hati...
tapi sekarang, hari ini,,,, satu katapun tak dapat ku ucapkan untuk menggambarkan suasana ini,,, ketika melihat mata ibu berbinar... saat melihat senyum bapak tersungging riang...
Alhamdulillah... Alhamdulillah.... Alhamdulillah... sujudku untukMu ya Allah........
untuk smua yang Kau anugrahkan....
Sekali lagi...
aku tak bisa mengungkapkan apa yang ku rasa....
hmmm,,,, dulu.... bermimpipun tidak, mengintip, apalagi memegang gerbangnya,,,,??
sekarang,,, tidak terasa 4 tahun menjadi bagian dari tempat bersejarah ini...bukan,,, lebih tepatnya 3 tahun 11 bulan 14 hari...
Sejak masuk, sampai tanggal 15 Agustus, hari bersejarah.. saat aku brjuang meloloskan diri dari tepat tercinta,setelah sekian lama berjibaku dengan banyak hal yang menegangkan,,,,
apa ya...?? kata indah apa yang paling tepat untuk melukiskan hari ini,,, belum ada... selain kata Syukur,,,, Alhamdulillah..... ya Allah....
Jumat, 02 Desember 2011
PTK ne NYONG
Peningkatan kemampuan siswa memahami isi bacaan dengan strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) in the third grade of Ngijo 01 elementary school, Gunungpati, Semarang. A final Project, Elementary Teacher Education Department. Faculty of Education. Semarang State University.
Key words: Students’ ability in understanding texts, RQ4R learning strategy
Based on the early data, which the writer got in SDN Ngijo 01 Gunungpati Semarang, there was a problem in learning Bahasa at third grade of elementary school. The teacher had not used an innovative and students centered strategy in teaching and learning process yet. Most of the students were passive in teaching and learning process which make they got lower grades. Therefore, those class needs some actions to improve the quality in teaching and learning Bahasa. One of the strategies is by using PQ4R strategy. This strategy used in order to know whether by using this strategy could improve students’ ability in understanding texts, students’ activity, and the teacher’s activities in the Bahasa teaching and learning process?
The objective of this study are (1) Improving students’ ability in understanding texts, (2) improving students’ ability in learning, and (3) improving teacher’s activities in the Bahasa teaching and learning process.meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
The research was done in three cycles. Every cycles consists of four steps; planning, action, observing, and reflection. The data was gathered by using observation sheet, interview, test, and documentation.
The percentage of students’ succeed in the first cycle was 47,8%. The percentage of students activity was 74% which meant they had achieved in criteria B. The teacher activity also achieved in the B criteria. In the second meeting of the first cycle, the percentage of students’ succeed was 60,9%. The students activities was 74% which meant they had achieved in criteria B. The teacher activities was also achieved in criteria B. In the third meeting of the second cycle, students’ succeed percentage was 69,7%. The students activities was 78,3%, criteria B. The teacher activities achieved criteria A. In the fourth activities of second cycle, the percentage of the students’ succeed was 82,6%. The students acticites was 82,6%, criteria B. The teacher activities achieved criteria A. In the fifth meeting of the third cycle, the percentage of students’ succeed was increased became 87%. The students activities was 82,6% , criteria B. The teacher activities achieved criteria A. After being treatments in the third cycle, it could be seen that there was significant improvement on students’ ability, students’ activities, and teacher activities.
The result of the study showed that PQ4R strategy could improve students’ ability in understanding texts in the Bahasa teaching and learning process. The writer suggestion for the teacher is, in order to improve students’ ability, the teacher need to use an innovative teacher and learning strategy. On of strategies that can be used is PQ4R teaching and learning strategy.
Key words: Students’ ability in understanding texts, RQ4R learning strategy
Based on the early data, which the writer got in SDN Ngijo 01 Gunungpati Semarang, there was a problem in learning Bahasa at third grade of elementary school. The teacher had not used an innovative and students centered strategy in teaching and learning process yet. Most of the students were passive in teaching and learning process which make they got lower grades. Therefore, those class needs some actions to improve the quality in teaching and learning Bahasa. One of the strategies is by using PQ4R strategy. This strategy used in order to know whether by using this strategy could improve students’ ability in understanding texts, students’ activity, and the teacher’s activities in the Bahasa teaching and learning process?
The objective of this study are (1) Improving students’ ability in understanding texts, (2) improving students’ ability in learning, and (3) improving teacher’s activities in the Bahasa teaching and learning process.meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
The research was done in three cycles. Every cycles consists of four steps; planning, action, observing, and reflection. The data was gathered by using observation sheet, interview, test, and documentation.
The percentage of students’ succeed in the first cycle was 47,8%. The percentage of students activity was 74% which meant they had achieved in criteria B. The teacher activity also achieved in the B criteria. In the second meeting of the first cycle, the percentage of students’ succeed was 60,9%. The students activities was 74% which meant they had achieved in criteria B. The teacher activities was also achieved in criteria B. In the third meeting of the second cycle, students’ succeed percentage was 69,7%. The students activities was 78,3%, criteria B. The teacher activities achieved criteria A. In the fourth activities of second cycle, the percentage of the students’ succeed was 82,6%. The students acticites was 82,6%, criteria B. The teacher activities achieved criteria A. In the fifth meeting of the third cycle, the percentage of students’ succeed was increased became 87%. The students activities was 82,6% , criteria B. The teacher activities achieved criteria A. After being treatments in the third cycle, it could be seen that there was significant improvement on students’ ability, students’ activities, and teacher activities.
The result of the study showed that PQ4R strategy could improve students’ ability in understanding texts in the Bahasa teaching and learning process. The writer suggestion for the teacher is, in order to improve students’ ability, the teacher need to use an innovative teacher and learning strategy. On of strategies that can be used is PQ4R teaching and learning strategy.
Langganan:
Postingan (Atom)
