Minggu, 27 Februari 2011

Peningkatan Pembelajaran di Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif.
Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.
Interaksi antarmanusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi, baik dibidang pendidikan,ekonomi, sosial, politik budaya, dan sebagainya. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru,
B. Rumusan Masalah
Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas.
Dari permasalahan yang ada , sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan stakeloders mempunyai tanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. terhadap kemajuan dan peningkatan kompetensi siswa , dimana hasilnya akan terlihat dari jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus.dengan demikian tangung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah , selalu dibebankan kepada guru .lalu bagaimana kesiapan unsur-unsur tersebut dalam peningkatan mutu proses pembelajaran ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakekat Pendidikan
Menururt pendapat Ki Hajar Dewantoro dalam Kongres Taman Siswa ( 1930 ) mengungkapkan :
“Pendidikan. Umumnja berarti daja-upaja untuk memadjukan bertumbuhnja budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …
[Pendidikan. Umumnya berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak: …]” (Ki Hajar Dewantoro, 1962: 3)
Dalam arti yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. (Ismaun, 2007: 57). Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. (Syaiful Sagala , 2006 : 3).
Sementara itu Hamid Darmadi (2007 : 3) berpendapat :Pendidikan mengadung tujuan yang ingin dicapai, yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehinga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu.
pelatihan;proses , perbuatan, cara mendidik. Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1) dikatakan bahwa :
”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengambangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadaian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa, dan Negara .”
Selanjutnya, Sihombing (2002) dalam Ety Rochaety, dkk (2005 :7 ) bahwa pendidikan mengandung pokok-pokok penting sebagai berikut :
1. Pendidikan adalah proses pembelajaran
2. Pendidikan adalah proses social
3. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia
4. Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan kemampuan , sikpa, dan perilaku positif.
5. Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar
6. Pendidikan berkaitan dengancara mendidik
7. Pendidikan memiliki dampak lingkungan
8. Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal
Berdasarkan hal tersebut di atas, bahwa pendidikan merupakan sutau system yang memiliki kegiatan cukup kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu dengan yang lain, dengan tujuan untuk membangun masa depan bangsa.
Jika menginginkan pendidikan secara teratur , berbagai elemen (komponen ) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenal terlebih dahulu.untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu system yang dapat dilihat secara mikro dan makro .
B. Hakekat Mutu Pendidikan
Sebelum membahas tentang mutu pendidikan terlebih dahulu akan dibahas tentang mutu dan pendidikan. Banyak ahli yang mengemukakan tentang mutu, seperti yang dikemukakan oleh Edward Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan. Sudarwan Danim (2007 : 53 ) mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu poduk atau hasil kerja, baik berupa barang dan jasa. Sedangkan dalam dunia pendidikan barang dan jasa itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dan dapat dirasakan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991 :677 ) menyatakan Mutu adalah (ukuran ), baik buruk suatu benda;taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb) kualitas. Selanjutnya Lalu Sumayang ( 2003 : 322) menyatakan quality (mutu ) adalah tingkat dimana rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya, disamping itu quality adalah tingkat di mana sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan rancangan spesifikasinya.
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulan bahwa mutu (quality ) adalah sebuah filsosofis dan metodologis, tentang (ukuran ) dan tingkat baik buruk suatu benda, yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan
Dalam pandangan Zamroni ( 2007 : 2 ) dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Konsep total quality management pertama kali dikemukakan oleh Nancy Warren, seorang behavioral scientist di United States Navy (Walton dalam Bounds, et. al, 1994). Istilah ini mengandung makna every process, every job, dan every person (Lewis & Smith, 1994). Pengertian TQM dapat dibedakan menjadi dua aspek (Goetsch & davis, 1994).
Aspek pertama menguraikan apa TQM. TQM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimumkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Aspek kedua menyangkut cara mencapainya dan berkaitan dengan sepuluh karakteristik TQM yang terdiri atas : (a) focus pada pelanggan (internal & eksternal), (b) berorientasi pada kualitas, (c) menggunakan pendekatan ilmiah, (d) memiliki komitmen jangka panjang, (e) kerja sama tim, (f) menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, (g) pendidikan dan pelatihan, (h) menerapkan kebebasan yang terkendali, (i) memiliki kesatuan tujuan, (j) melibatkan dan memberdayakan karyawan.( Ety Rochaety,dkk,2005 :97 )
Edward Sallis ( 2006 :73 ) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) Pendidikan adalah sebuah filsosofis tentang perbaikan secara terus- menerus , yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan , keinginan , dan harapan para pelanggannya saat ini dan untuk masa yang akan datang
Di sisi lain, Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM , dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). Teori ini menjelaskan bahwa mutu sekolah mencakup tiga kemampuan, yaitu : kemampuan akademik, sosial, dan moral. (Zamroni , 2007 :6 )
Menurut teori ini, mutu sekolah ditentukan oleh tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses belajar mengajar, dan realitas sekolah. Kultur sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, baik secara sadar maupun tidak. Kultur ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah, yaitu : guru, kepala sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga orang tua siswa. Kultur yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu sekolah, sebaliknya kultur yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu sekolah.

C.Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah
Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim ( 2007 : 56 ), yaitu dengan melibatkan lima faktor yang dominan :
1. Kepemimpinan Kepala sekolah; kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas, mampu dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat.
2. Siswa; pendekatan yang harus dilakukan adalah “anak sebagai pusat “ sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa .
3. Guru; pelibatan guru secara maksimal , dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar, MGMP, lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah.
4. Kurikulum; sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis , dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal;
5. Jaringan Kerjasama; jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (ornag tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain, seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja
Berdasarkan pendapat diatas, perubahan paradigma harus dilakukan secara bersama-sama antara pimpinan dan karyawan sehingga mereka mempunyai langkah dan strategi yang sama yaitu menciptakan mutu dilingkungan kerja khususnya lingkungan kerja pendidikan. Pimpinan dan karyawan harus menjadi satu tim yang utuh (teamwork ) yangn saling membutuhkan dan saling mengisi kekurangan yang ada sehingga target (goals ) akan tercipta dengan baik
D.Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah
Unsur yang terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan dapat lihat dari sudut pandang makro dan mikro pendidikan, seperti yang dijabarkan di bawah ini :
1. Pendekatan Mikro Pendidikan :
Yaitu suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indicator kajiannya dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik, pendidik, dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan. Secara lengkap elemen mikro sebagai berikut :
a. Kualitas manajemen
b. Pemberdayaan satuan pendidikan
c. Profesionalisme dan ketenagaan
d. Relevansi dan kebutuhan.
Berdasarkan tinjauan mikro elemen guru dan siswa yang merupakan bagian dari pemberdayaan satuan pendidikan merupakan elemen sentral. Pendidikan untuk kepentingan peserta didik mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan ini ada berbagai sumber dan kendala, dengan memperhatikan sumber dan kendala ditetapkan bahan pengajaran dan diusahakan berlangsungnya proses untuk mencapai tujuan. Proses ini menampilkan hasil belajar. hasil belajar perlu dinilai dan dari hasil penilaian dapat merupakan umpan balik sebagai bahan masukan dan pijakan.
2. Pendekatan Makro Pendidikan
Yaitu kajian pendidikan dengan elemen yang lebih luas dengan elemen sebagai berikut:
a.Standarisasi pengembangan kurikulum
b.Pemerataan dan persamaan, serta keadilan
c.Standar mutu
d.Kemampuan bersaing.
Tinjauan makro pendidikan menyangkut berbagai hal yang digambarkan dalam dua bagan ( P.H Coombs, 1968 ) dalam Etty Rochaety, dkk (2005 : bahwa pendekatan makro pendidikan melalui jalur pertama yaitu INPUT SUMBER – PROSES PENDIDIKAN – HASIL PENDIDIKAN
Input sumber pendidikan akan mempengaruhi dalam kegiatan proses pendidikan , dimana proses pendidikan didasari oleh berbagai unsur sehingga semakin siap suatu lembaga dan semakin lengkap komponen pendidikan yang dimiliki maka akan menciptakan hasil pendidikan yang berkualitas.
E. Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah
Secara umum untuk meingkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan strategi peningkatan pemerataan pendidikan, dimana unsure makro dan mikro pendidikan ikut terlibat, untuk menciptakan (Equality dan Equity ) , mengutip pendapat Indra Djati Sidi ( 2001 : 73 ) bahwa pemerataan pendidikan harus mengambil langkah sebagai berikut :
1.Pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang diperlukan anak usia sekolah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.
2.Optimalisasi sumber daya pendidikan yang sudah tersedia, antara lain melalui double shift ( contoh pemberdayaan SMP terbuka dan kelas Jauh )
3.Memberdayakan sekolah-sekolah swasta melalui bantuan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu embelajaran siswa dan optimalisasi daya tampung yang tersedia.
4.Melanjutkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB ) dan Ruang Kelas Baru (RKB ) bagi daerah-daerah yang membutuhkan dengan memperhatikan peta pendidiakn di tiap –tiap daerah sehingga tidak mengggangu keberadaan sekolah swasta.
5.Memberikan perhatian khusus bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin, masyarakat terpencil, masyarakat terisolasi, dan daerah kumuh.
6.Meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut serta mengangani penuntansan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.












BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, mrupakan salah satu tolok ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran , kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua ) siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah,sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah.
B. Saran
Adanya globalisasi yang semakin melaju dengan cepat membuan semua elemen kehidupan dituntut untuk berubah menjadi lebih baik, tidak kecuali pendidikan. Dalam pendidikan guru merupakan tokoh utama yang mempengaruhi perubahannya, sehingga sebagai seorang guru dituntun untuk bisa melakukan suatu perubahan mutu dalam pendidikan.
Guru tidak seerta merta bisa memberikan perubahan dalan pendidikan, namun dengan strategi dan pengetahuan yang cukup guru mampu mengubah mutu pendidikan.











Daftar Pustaka

Dewantoro, Ki Hajar. 1962. Bagian Pertama: Pendidikan. Jogjakarta : Taman Siswa.
Eti Rochaety,dkk.2005 . Sistem Informamsi Manajemen Pendidikan. Jakarta : bumi Aksara
Lalu Sumayang.2003. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta : Salemba Empat
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kloang klede Putra Timur
Sagala,Syaiful.2005.Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
—————–.2004. Manajemen Berbasis Sekolah &Masyarakat. Bandaung : alfabeta
Sudarwan Danim.2007.Visi Baru Manajemen Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara

Sabtu, 26 Februari 2011

SMA NEGERI 1 BANDAR

Dengan Visi Melangkah Satu Langkah tapi Pasti dan Misi Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi serta untuk mengembangkan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, Tehnologi dan kesenian, serta meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat, dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam semesta, telah memberikan inspirasi bagi pengembangan dan upaya memajukan dunia pendidikan menengah atas didaerah Batang yang berkembang.

Program-program pendukung dan penyiapan tenaga pengajar yang relevan dengan kebutuhan akan kemajuan ilmu pengetahuan, menjadi motivasi yang kuat bagi keberhasilan proses belajar. Keterbatasan sarana dan prasarana, justru menjadikan kreatifitas tersendiri bagi sekolah untuk mensiasatinya dengan beberapa alternatif yang dapat dilakukan, agar proses belajar dapat berjalan sesuai dengan parameter yang telah disepakati bersama untuk memajukan dunia pendidikan tingkat menengah atas.

Prestasi lain yang tidak kalah pentingnya adalah keberhasilan menjuarai berbagai kejuaraan dan lomba, baik di tingkat daerah maupun pada tingkat propinsi seperti Duta wisata, Popda dan seni, yang tentunya keberhasilan itu dapat diraih dengan peran serta seluruh guru dan staff pengajar yang saling mendukung dan mendorong untuk tujuan bersama. Dan barang kali yang lebih serius lagi, adalah dengan di alokasikannya dana untuk pelatihan dan persiapan olimpiade yang mencapai 14 juta rupiah, yang menjadi bukti bahwa SMA Negeri 1 Bandar sangat konsen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, yang sekaligus wujud dari upaya untuk mencapai tujuan bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.(redaksijurnalpendidikan.blogspot.com)

Minggu, 30 Januari 2011

kenakalanku

Jumat, 28 Januari 2011
Bolehkah?
Ini sebuah kesalahan yang pasti akan dapatkan balasan dihari kemudian, dosa yang harus ditebus dengan kebaikan atau dengan janji untuk tidak mengulangi lagi higga raga ini menyatu dengan bumi. Ya Allah... hinanya diri ini saat tak mau menyadari kehilafan-kehilafan diri yang kadang enggan merenggang dari segala gerak.
Bukan melarang, tapi menjaga, bukan tak boleh tapi belum boleh? Itu yang aku tahu tentang keagunganMU ya Rabb. Satu dari setumpuk rasa sayangMU pada semua abdi yang Kau cipta.
Sekarang,, Sekejap saja.. ijinkan aku melihat matanya, mencari sedikit kebenaran yang mungkin ia sembunyikan, ijinkan aku menyentuh hatinya menilik setitik rasa yang ia punya, ijinkan aku tersenyum untuknya melepas kebekuan yang slalu ku pendam dalam-dalam, ijinkan aku menghamburkan kata yang mungkin bisa ia dengar,, ijinkan aku menitipkan sepenggal kenakalan agar Kau ingatkan aku dengan kasihMU. Dan... sampaikanlah sebaris salam untuknya....
Ya Allah...
Kau adalah sebaik-baik penjaga, dan Kau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang (QS. Yusuf:64)

saat kau terbaring lemah

Tetap kulihat semangat itu dalam redup matamu, remang. Namun penuh wibawa dalam gurat wajah tua yang tak pernah padam oleh lelah..
Masih kulihat senyum itu dalam sisa tangis yang tak urung reda terekam butiran peluh, menjadi peneduh jiwa-jiwa rapuh yang gemar mengeluh.
Slalu kulihat rona indah yang tak pernah punah meski lara menyapa, merayap saat sekejap kau terlelap diatas permadani usang, dan tak mampu berucap ketika terjaga di sela-sela aura manja tanpa daya.
Ku dengar gelegar berpendar dari pilar-pilar ketenangan yang slalu ada di dirimu, tetap berpijar diatas kesederhanaan abadi yang slalu kau ajarkan pada diri ini dengan butiran iba yang tak pernah dan tak bisa ku hitung.
Terasa tidak biasa, saat kepiluan-kepiluan itu menyapa raga yang dulu jaya di bawah sengatan raja siang yang membuatmu mengucurkan tetesan letih. Jaya diatas tajamnya lantai dunia, penuh krikil yang kadang jadi penghalang langkah sucimu mengarungi hidup ini. Jaya diantara kasih Illahi yang tak henti membanjiri hari-harimu dengan aliran anugrahNYa yang tak terhingga. Dan jaya di antara kegigihan melintasi sekilas ujian hidup yang menempamu menjadi hambanya yang lebih berarti..
Bapak.... Maafkan...
Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk semua yang kau rasa, Kalau boleh meminta ku ingin menggantikanmu di tempat itu, ya... kalau saja yang sedang merintih perih itu aku, kalau saja yang sedang menjerit sakit itu aku, kalau saja itu aku???
Dengarkan... meski remang aku akan menyalakan setitik sinar untuk harimu, aku akan slalu menghiasi malammu meski tak seindah permata atau seelok mutiara. Karna hanya sebaris doa yang ku punya... deritamu deritaku..
Yakinlah.. Allah ada untukmu, untuk kita...
Bapak... ku yakin kau kuat,,, bertahanlah untukku, untuk adek yang suka menghadirkan tawa, untuk ibu yang tak pernah berhenti menangisimu, untuk ibu yang tak pernah jauh darimu, untuk belahan jiwamu yang slalu setia menemani, untuk ibu yang inginkan kau ada hingga tua.. bertahanlah.... Bertahanlah untuk kita, dan untuk semua cita dan cinta yang kau bina..
Aku janji,, akan mengajakmu melihat bintang di laur sana, menyaksikan bulan yang benderang seindah harapanmu. Mengajakmu menapaki bumi melewati puing-puing sendu yang tlah lalu..
Kau yang memintal selembar asa untukku, kau yang menyusun doa untukku, kau yang membangun keberanian untukku, kau yang menanam kejujuran padaku, kau yang memupuk kesabaran di diriku dan kau pula yang menumpuk ketabahan.........
Maka.... kau jua yang harus menuai semua, kelak,,,, ketika aku benar-benar dewasa, tak lagi manja,, ketika cahaya menerpaku dengan sinarnya yang gilang gemilang....
Aku akan menghadirkan senyum terindah untukmu,,,, untuk ibu.... untuk kita,,,,,

(RSUD Batang, 29 Desember 2010)

Rabu, 26 Januari 2011

canda di sela ketegangan

aku lihat senyum itu,, katamu ayu,, tapi tak bisa luapkan banyak hal yang menekan keadaan. Saat senyum itu berhambur laiknya gaung di lereng gunung yang urung menggema di antara pepohonan... lumut-lumut tak berdaun melambai ikut meramaikan suasana hiruk, jamur-jamur menerjang galah berantakan yang di kacaukan si bayu...
kau tersenyum kecut, bukan tawa hinaan. Itu gurauan?? sedikit berlebihan, namun tuangkan kegelian yang kan terkenang. Hari ini takan terulang hingga pagi atu petang datang,kelak kita merindukan ini....
Sebentar....
Lihat teman, gendongan besar di punggung hampir tak kelihatan, pikulan di pundakpun tak tampak,hhfff sedikit melegakan. Motivasi penuh visi tanda ketulusan hati yang meluncur tanpa alur.
Dengar teman... semut rang-rang ikut girang, dan si kumbang berdendang riang untuk kita??
Rasakan teman... daun-daun menyentuh lembut, berbisik lirih dan melirik kian kemari,,, sepertinya mereka iri dengan kita,,,iya,,,
pantas saja,,, diantara kepungan-kepungan kegalauan yang tak kunjung terbang kita masih bisa berbagi tawa dan tak lupa dengan setumpuk peluh yang mengikat jari-jari,tak lupa dengan kewajiban luar biasa yang akan membawa kita menjadi manusia wibawa nan bersahaja..^_^ dan tak lupa.. ini semua adalah anugrang Yang Kuasa,, Allah rabb kita
disini.. di tempat ini... cerita,tawa dan duka terekam,disini jejak-jejak kaki kita terlukis. Disini pula bayang-bayang kita melenggang...
disini,,, di kampus kita,PGSD tercinta

(untuk teman2 yang tak pernah jemu dengan kesederhanaan tempat ini)
trimakasih teman...

Senin, 24 Januari 2011

APA

Hitam, kelam, dalam, padam, dan bla bla bla... apa yang ada dalam benak tak tampak.. semarak riak hanya sejenak dalam barak-barak, seperti semut yang tak betah mengintai gula, seperti ikan yang tak tahan di daratan, seperti para penghuni bumi yang hanya bisa bermimpi dalam angan yang tak pasti. Sepertinya semua ini memang tak ada dan tak nyata,,, tak seperti bara di atas tungku?seperti semburat pancaran senja di atas anak sungai?bukan...Seperti pelangi atau aurora di kutub sana?bukan juga.. seperti sesuatu yang tak bisa terlukiskan oleh goresan indah di atas kanvas atau rentetan sejuta kata hasil karya tarian si pena. Ya,,, mungkin seperti itu
“seperti...” kenapa ada begitu banyak kata seperti?padahal ini bukan gambaran sebuah kemiripan. Apa ini perbandingan? Tampaknya iya.. kenapa perbandingan itu ada? Jika ia buta pasti tak bisa jadi pembeda, jika ia indah pasti tak akan menghadirkan tangis, jika ia misteri pasti tak akan ada yang tau dan merasakan betapa berharganya bisa memiliki.
“Anugerah...” tepat. Ia adalah anugrah yang tak bisa tergambarkan oleh padu padan warna yang luar biasa, tak bisa teruraikan oleh ribuan kalimat yang penuh makna, dan tak bisa terungkap oleh alunan nada yang penuh simfoni syahdu. Ia menghampiri tiap jiwa yang punya rasa dan asa, ia ada untuk semua raga.
Ya.... dialah c i n t a

Minggu, 23 Januari 2011

Aksi Jari

menulis,,
tidak ada yang menarik untuk di tulis,tak ada yang indah untuk di tulis, tapi aku tetap mencoba menulis, entah apa yang ku tulis berharap tulisan itu menghadirkan perubahan setidaknya untukku. untuk orang lain?ya... mungkin,,,, tapi apa ada yang bisa berubah karena kata-kata dari seseorang yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,,,??
ciut....
raga kecil ini bertambah kalut, saat jari-jarinya beraksi tanpa kendali, tak ada yang peduli bahkan senyum sinis kadang menghampiri,,, namun seolah tak peduli jari-jarinya trus beri janji.. seolah ia bisa genggam pelangi...