bukan khayalan tapi sebuah keinginan.... keindahan warna yang hanya berkutat di kutub hadir di katulistiwa... dengan jutaan warna yang jauh lebih indah.... mewarnai tiap bait hidupnya, sebagai rasa syukur atas karunia Allah 'Azza wa Jalla... dan...mencoba menghadirkan senyum untuk orang2 trcintanya... Aurora melangkah di katulistiwa dg cinta dan cita... mencari secarik kebenaran yg tak dimilikinya....
Minggu, 01 Juli 2012
LELAH
Lelah....
Setelah langit setelah matahari yang berwarna cerah adalah harapan,,
terus melangkah, jangan pernah lelah untuk berharap, berdoa,
dan melakukan kebaikan untuk hidup yang lebih baik...
karena di setiap jengkal langkah yang melelahkan
ada janji Sang Maha Kasih yang akan menghadiahkan kebaikan untuk kita...
Lelah....
Tersenyum dan tersenyumlah ketika kau lelah
karena senyum kita akan sedikit mengurai rasa lelah...
seperti magnet yang menarik rasa lelah itu,
kemudian meleburkannya menjadi butir-butir semagat yang tak melelahkan
Lelah....
ketika lelah, ingatlah orang-orang yang mempengaruhi hidupmu,,,
keluarga, dan teman-teman,,,
mereka akan menjadi serbuk yang meluluhkan rasa lelah.....
lelah....
rasa yang pasti dan selalu ada...
setiap kita melakukan banyak hal
menepiskan sendi-sendi mimpi yang tersusun rapi...
mendera, menerjang tawa, merobohkan asa
kemudian membekukan kedewasaan..
lelah....
tak perlu kita usir...
biarkan tetap ada, karena ia akan pergi dengan sendirinya
bersama waktu yang terus berlalu
meninggalkan cerita kala kita bosan...
lelah....
adalah kata yang menginspirasiku
menyusun kalimat, membuat kisah fiksi
yang InsyaAllah,,, akan menjadi inspirasi anak negeri,,,,
Dan....
lelah...
adalah satu kata yang mewakili setumpuk cerita
tentangmu yang jauh disana..
tentang keadaanmu....
tentang harimu....
SEMANGAT LEK.....^_^
aku disini,,,,
semoga tak pernah lelah berdoa untukmu....
untuk kebaikanmu,,,,, ^_^
(Minggu, 01 Juli 2012)
Jumat, 13 April 2012
akhwat sejati
Sering kita mendengar seorang muslimah yang merasa dirinya sebagai akhwat sejati, tapi apa benar cermin yang ia lihat tentang dirinya adalah kesempurnaan seorang akhwat...??? standar kesempurnaan itu akan berbeda dari sudut yang berbeda, tapi hanya Allah yang tahu kesempurnaan sejati.
Salah satu ciri seorang akhwat adalah ia yang selalu semangat dan istikomah dalam jalan dakwah, yang bisa menjaga izzah, tidak kenal lelah dalam berjuang. Yang selalu mengucapkan azzam di jalan Allah dan terus mencari kesempurnaan menjadi akwat sejati. sebab..........
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika mempertahankan pendapat, tapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tapi sebesar apa tanggung jawabnya dalam menjalankan amanah
akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi pada suatu permasalahan
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al Quran,tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al Qur’an tersebut
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktifitasnya yang seabrek, tapi bagaimana ia mampu mongoptimalkan waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari penguasaan ilmunya yang segunung, tapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada orang lain
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tapi bagamana ia mampu membentengi hati
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tapi dilihat dari keikhlasannnya dalam bekerja
Akhwat sejati tidak dilihat dari shalatnya yang lama tapi dilihat dari kedekatannya pada Rabb di luar aktivitas shalatnya
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajud, tapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud
Akhwat sejati tidak dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya
Akhwat sejati tidak dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati tidak dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tapi dilihat dari apa yang sering ia bicarakan
Akhwat sejati tidak dilihat dari keahliannya berbahasa, tapi dilihat dari caranya berbicara kesantunannya dan kesadaran pada siapa ia bicara
Akhwat sejati tidak dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tapi dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya
Akhwat sejati tidak dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tapi dilihat dari kekhawatiran dirinya yang membuat orang di jalan tergoda
Akhwat sejati tidak dilihat dari seberapa banyak dan besar ujian yang ia hadapi, tapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengna penuh rasa syukur
Akhwat sejati tidak dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul..
dan,,,,,,
kesempurnaan hanya milik Allah.... setitik tawa yang mewakili pengakuan pribadi telah sempurna akan merontokan bangunan yang mendekati kesempurnaan, sebab setitik tawa itu adalah kesombongan yang di tanam musuh sejati (syetan) untuk merobohkan akidah.
be a true muslimah
kau bilang "kakak pertama"
ini adalah adalah catatan sari sahabat baikku,,, tentang aku... yang teramat berharga,,, tersanjung dan entah apalagi,,, yang pasti aku sangat berterimakasi....
kau bilang aku kakak pertama, panggilan yang tak sengaja hinggap... padahal ada yang lebih dewasa, bujaksana dan lebing pantas menyandang panggilan itu... yah,,,, mungkin karena aku yang lebih awal melihat pesona bumi...
dan adik,,,, aku tak canggung atau enggan dengan panggilan itu...
kau bilang aku "kakak pertama"
"KAKAK PERTAMA"
aku pikir itu keangkuhan, ketidaksabaran,dan amarah yang kadang membuncah lalu teredam tanpa tertebak...
Lalu kau, gadis ayu dari tanah keluguan
Menangis pasrah dalam pelukan
Pikiranku berubah, itu bukan keangkuhan...
Kau justru bumi itu sendiri
yang terinjak, namun tetap menumbuhkan kehidupan baru dari sela bebatuanmu..
bagaimana ku kabarkan pada dua cahaya.
Lucunya harga dirimu menyembunyikan semburat merah disisi hatimu.
Memandangi bait-bait rangkaian kata, yang indah namun menggelitik...
Kau tentu mengerti kenapa..
Aku teringat dusta-dusta itu,,,yang bagiku justru adalah kejujuran yang nyata.
Kukira melebihi dugaanku betapa berharganya bagimu
Mata cokelat yang tajam, jiwa tegar yang tak mau mengalah, hati lembut yang berbalut takwa.. Tingkah konyol namun dewasa.
Sebentuk raga dibalik hijab yang tertata, manis..
kemandirian yang manja..
Kata yang tegas dengan cara yang lembut namun mematikan.
Kau lawan sekaligus kawan yang nyaris sempurna.
@Erni,,,,,,,
kau bilang aku kakak pertama, panggilan yang tak sengaja hinggap... padahal ada yang lebih dewasa, bujaksana dan lebing pantas menyandang panggilan itu... yah,,,, mungkin karena aku yang lebih awal melihat pesona bumi...
dan adik,,,, aku tak canggung atau enggan dengan panggilan itu...
kau bilang aku "kakak pertama"
"KAKAK PERTAMA"
aku pikir itu keangkuhan, ketidaksabaran,dan amarah yang kadang membuncah lalu teredam tanpa tertebak...
Lalu kau, gadis ayu dari tanah keluguan
Menangis pasrah dalam pelukan
Pikiranku berubah, itu bukan keangkuhan...
Kau justru bumi itu sendiri
yang terinjak, namun tetap menumbuhkan kehidupan baru dari sela bebatuanmu..
bagaimana ku kabarkan pada dua cahaya.
Lucunya harga dirimu menyembunyikan semburat merah disisi hatimu.
Memandangi bait-bait rangkaian kata, yang indah namun menggelitik...
Kau tentu mengerti kenapa..
Aku teringat dusta-dusta itu,,,yang bagiku justru adalah kejujuran yang nyata.
Kukira melebihi dugaanku betapa berharganya bagimu
Mata cokelat yang tajam, jiwa tegar yang tak mau mengalah, hati lembut yang berbalut takwa.. Tingkah konyol namun dewasa.
Sebentuk raga dibalik hijab yang tertata, manis..
kemandirian yang manja..
Kata yang tegas dengan cara yang lembut namun mematikan.
Kau lawan sekaligus kawan yang nyaris sempurna.
@Erni,,,,,,,
tombak bangsa
Profesional, islami, berkompetensi
Guru adalah profesi yang memerlukan keahlian khusus. Guru sebagai tenaga pendidik berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dan dinamis. Ia mempunyai komitmen profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberi tauladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurut Pindarta dalam syarifudin (2007) untuk memperkuat profesinya seorang pendidik perlu memiliki sikap suka belajar, mengetahuai cara belajar, memiliki rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, memiliki etos kerja produktif dan kreatif, serta puas terhadap kesuksesan yang dicapai dan berusaha meningkatkannya.
Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kinerjanya dan layak disebut sebagai guru profesional. Namun, profesional secara umum belum bisa menjamin keberhasilan guru yang mengemban amanat mendidik dan membimbing siswa, tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara intelektual tapi juga memiliki kecerdasan sosial, dan kecerdasan religi. oleh karenan itu profesionalisme harus di lengkapi dengan pola-pola akidah yang mampu menopang guru menjadi figur yang religi dan mengantarkan peserta didik pada kecerdasan secara untuh.
beberapa hal perlu diperhatikan untuk bisa menjadi guru yang profesional dan islami
1.Cerdas, dengan kecerdasan yang dimiliki oleh seorang guru maka ia akan dengan mudah membawa anak didiknya pada pengetahuan yang luas sehingga siswa memiliki kompetensi pada jenjang selanutnya
2.Ikhlas, yaitu apa dilakukan guru sebagai tenaga pendidik tidak semata-mata untuk menambah pundi-pundi kantong/menghasilkan uang tetapi ikhlas membibing generasi bangsa yang berkarakter serta menjadi anak yang soleh dan soleha
3.Tuntas, yaitu menyampaikan materi secara keseluruhan dan memberikan pemahan- pemahaman yang kaffah (menyeluruh) tidah sepotong-potong
4.jujur, Guru sebagai human modeling (manusia model) tentu memiliki pengaruh yang sangat setrategis dalam mempengaruhi karakter siswa. Kejujuran yang ditampilkan guru menjadi harta berharga menghadapi masa depan yang kian rawan dengan kecurangan. Jujur, dengan penampilan, ucapan, dan tindakan.
5.syukur, Segala hal akan sia-sia belaka bila tak diiringi dengan rasa syukur. tak semua kesulitan yang dihadapi adalah petaka. maka syukur menjadi pawang akan bertambah atau berkurangnya sebuah kenikmatan di kemudian hari. Pekerjaan mulia sebagai seorang guru harus di syukuri dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
Bekal selanjutnya yang cukup penting adalah ilmu pedagogik,didaktik, dan metodik. Ilmu pedagogik ialah ilmu seorang guru bagaiman ia membesarkan dan mengasuh anak. Ilmu didaktik ialah ilmu tentang hal ikhwal bagaiaman ia membuat persiapan mengajar. Dan ilmu metodik ialah ilmu tentang hal ikhwal cara mengajarkan ilmu tertentu seperti kesenian, menyanyi, menggambar, dan pekerjaan tangan. Ketiga hal tersebut harus meresap dalam diri seorang guru dan menjadi salah satu senjata ampuh menumpas kebodohan bangsa.
Terakhir, hala utama yang harus mengiringi guru adalah empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesiaonal. Empat karakter tersebut di uraikan menjadi poin-poin penting yang wajib di laksanakan guru dalam pembelajaran.
1.Pedagogik, terbagi menjadi tujuh komponen yaitu:
a.Menguasai karakteristik peserta didik
b.Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
c.Pengembangan kurikulum
d.Kegiatanpembelajaran yang mendidik
e.Pengembangan potensi peseta didik
f.Komunikasi dengan peserta didik
g.Penilain dan evaluasi
2.Kepribadian, kompetensi tersebut teruai menjadi tiga poin
a.Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
b.menunjukan pribadi yang dewasa dan teladan
c.Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, dan rasa bangga menjadi guru
3.Sosial, terbagi menjadi dua bagian
a.bersikap, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
b.Komunikasi dengna sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, peserta didik, dan masyarakat.
4.Profesional, juga terurai menjadi dua bagian
a.penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
b.mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.
Guru adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan dan segala fitrah yang melekat seperti manuasia pada umumnya. Bukan hal yang menggemparkan ketika seorang guru melakukan tindakan-tindakan ekstrim yang tak biasa. Namun, akan menjadi sebuah kenistaan ketika figur guru tak lagi menjadi pembangun, duduk sama rendah bersama peserta didik menyebulkan asap rokok, berlomba dengan peserta didik mengejar gemerlap dunia.
Tidak ada yang sempurna, berusaha menjadi yang lebih baik adalah satu dari sejuta jalan melirik kesempurnaan. agar esok lebih baik dari hari ini....
karena, guru adalah tombak bangsa,,,
Guru adalah profesi yang memerlukan keahlian khusus. Guru sebagai tenaga pendidik berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dan dinamis. Ia mempunyai komitmen profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberi tauladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurut Pindarta dalam syarifudin (2007) untuk memperkuat profesinya seorang pendidik perlu memiliki sikap suka belajar, mengetahuai cara belajar, memiliki rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, memiliki etos kerja produktif dan kreatif, serta puas terhadap kesuksesan yang dicapai dan berusaha meningkatkannya.
Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kinerjanya dan layak disebut sebagai guru profesional. Namun, profesional secara umum belum bisa menjamin keberhasilan guru yang mengemban amanat mendidik dan membimbing siswa, tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara intelektual tapi juga memiliki kecerdasan sosial, dan kecerdasan religi. oleh karenan itu profesionalisme harus di lengkapi dengan pola-pola akidah yang mampu menopang guru menjadi figur yang religi dan mengantarkan peserta didik pada kecerdasan secara untuh.
beberapa hal perlu diperhatikan untuk bisa menjadi guru yang profesional dan islami
1.Cerdas, dengan kecerdasan yang dimiliki oleh seorang guru maka ia akan dengan mudah membawa anak didiknya pada pengetahuan yang luas sehingga siswa memiliki kompetensi pada jenjang selanutnya
2.Ikhlas, yaitu apa dilakukan guru sebagai tenaga pendidik tidak semata-mata untuk menambah pundi-pundi kantong/menghasilkan uang tetapi ikhlas membibing generasi bangsa yang berkarakter serta menjadi anak yang soleh dan soleha
3.Tuntas, yaitu menyampaikan materi secara keseluruhan dan memberikan pemahan- pemahaman yang kaffah (menyeluruh) tidah sepotong-potong
4.jujur, Guru sebagai human modeling (manusia model) tentu memiliki pengaruh yang sangat setrategis dalam mempengaruhi karakter siswa. Kejujuran yang ditampilkan guru menjadi harta berharga menghadapi masa depan yang kian rawan dengan kecurangan. Jujur, dengan penampilan, ucapan, dan tindakan.
5.syukur, Segala hal akan sia-sia belaka bila tak diiringi dengan rasa syukur. tak semua kesulitan yang dihadapi adalah petaka. maka syukur menjadi pawang akan bertambah atau berkurangnya sebuah kenikmatan di kemudian hari. Pekerjaan mulia sebagai seorang guru harus di syukuri dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
Bekal selanjutnya yang cukup penting adalah ilmu pedagogik,didaktik, dan metodik. Ilmu pedagogik ialah ilmu seorang guru bagaiman ia membesarkan dan mengasuh anak. Ilmu didaktik ialah ilmu tentang hal ikhwal bagaiaman ia membuat persiapan mengajar. Dan ilmu metodik ialah ilmu tentang hal ikhwal cara mengajarkan ilmu tertentu seperti kesenian, menyanyi, menggambar, dan pekerjaan tangan. Ketiga hal tersebut harus meresap dalam diri seorang guru dan menjadi salah satu senjata ampuh menumpas kebodohan bangsa.
Terakhir, hala utama yang harus mengiringi guru adalah empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesiaonal. Empat karakter tersebut di uraikan menjadi poin-poin penting yang wajib di laksanakan guru dalam pembelajaran.
1.Pedagogik, terbagi menjadi tujuh komponen yaitu:
a.Menguasai karakteristik peserta didik
b.Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
c.Pengembangan kurikulum
d.Kegiatanpembelajaran yang mendidik
e.Pengembangan potensi peseta didik
f.Komunikasi dengan peserta didik
g.Penilain dan evaluasi
2.Kepribadian, kompetensi tersebut teruai menjadi tiga poin
a.Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
b.menunjukan pribadi yang dewasa dan teladan
c.Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, dan rasa bangga menjadi guru
3.Sosial, terbagi menjadi dua bagian
a.bersikap, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
b.Komunikasi dengna sesama guru, tenaga kependidikan, orangtua, peserta didik, dan masyarakat.
4.Profesional, juga terurai menjadi dua bagian
a.penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
b.mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.
Guru adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan dan segala fitrah yang melekat seperti manuasia pada umumnya. Bukan hal yang menggemparkan ketika seorang guru melakukan tindakan-tindakan ekstrim yang tak biasa. Namun, akan menjadi sebuah kenistaan ketika figur guru tak lagi menjadi pembangun, duduk sama rendah bersama peserta didik menyebulkan asap rokok, berlomba dengan peserta didik mengejar gemerlap dunia.
Tidak ada yang sempurna, berusaha menjadi yang lebih baik adalah satu dari sejuta jalan melirik kesempurnaan. agar esok lebih baik dari hari ini....
karena, guru adalah tombak bangsa,,,
Selasa, 10 April 2012
kanggo simbok
My first, my last, my everything..
And the answer to all my dreams..
You’re my sun, my moon, my guiding star..
My kind of wonderful, that’s what you are..
I know there’s only, only one like you..
There’s no way they could have made two..
You’re, you’re all I’m living for..
Your love I’ll keep for evermore..
You’re the first, my last, my everything..
In you I’ve found so many things..
A love so new, only you could bring..
Can’t you see if you..
You’ll make me feel this way..
You’re like a first morning dew on a brand new day..
I see so many ways that..
I can love you..
Till the day I die..
You’re my reality, yet I’m lost in a dream..
“YOU’RE MY FIRST, MY LAST, MY EVERYTHING”
And the answer to all my dreams..
You’re my sun, my moon, my guiding star..
My kind of wonderful, that’s what you are..
I know there’s only, only one like you..
There’s no way they could have made two..
You’re, you’re all I’m living for..
Your love I’ll keep for evermore..
You’re the first, my last, my everything..
In you I’ve found so many things..
A love so new, only you could bring..
Can’t you see if you..
You’ll make me feel this way..
You’re like a first morning dew on a brand new day..
I see so many ways that..
I can love you..
Till the day I die..
You’re my reality, yet I’m lost in a dream..
“YOU’RE MY FIRST, MY LAST, MY EVERYTHING”
Jumat, 23 Maret 2012
abu-abu jadi perak
Mulanya bingung.... Apakah Allah berkata IYA, TIDAK, atau BELUM untuk semua pertanyaan. Kemudian Allah memberikan satu kalimatnya lagi, masih juga bingung,,,, tak bisa membaca, kalimat apa yang Allah tiupkan hari ini. Semua tak jelas karena mungkin, tak mampu membacanya dan tak berusaha membacanya dengan seksama, hingga... Tampak abu-abu...
Kebingungan yang kian membingungkan, hanya meratapi semua yang terjadi. seperti kabut setelah terik dan sebelum hujan, seolah langit akan runtuh,,, tertatih kian kemari mengorek satu jawaban dengan harapan akan ada kepastian. namun tak jua tampak, bahkan yang ada adalah warna yang menjauhi putih makin mendekati hitam, hingga.... tampak abu-abu...
Tidak juga berubah, tak lagi putih juga belum hitam. sesekali tak mau memikirkan hal yang tidak punya warna pasti, tapi terus saja menelusup dalam otak yang kadang santai menanggapi kerumitan di sela kesibukan. sampai akhirnya terpikir lagi hal yang tak cukup penting itu... seperti menatap waktu yang menakutkan. bukan hari yang cerah juga buka malam yang pekat, tapi diantara keduanya,hingga.... tampak abu-abu...
Benarkah..... warna abu-abu itu abu-abu....???
belajar dari putih matahari, warna putih itu tidak hanya putih tapi punya spektrum warna yang luar biasa indah...seindah pelagi. tak jauh beda dengan keindahan warna aurora yang berkutat di kutup sana.
Cobalah... pandang warna abu-abu itu dari sudut lain, dari arah yang membuat pandangan lebih nyata, hingga mampu membuat pernyataan bukan sekedar pertanyaan... dan kalaupun ada pertanyaan yang datang, pertanyaan yang menghadirkan kelegaan, dan melahirkan warna nyata... bukan kebimbangan... bukan abu-abu..
Adalah perak.... itulah warna nyata dengan segenap kemewahannya dan tak mengesampingkan kesederhanaan. Perak... warna sang juara meski tak sebaik emas, perak... bukan yang terbaik tapi akan hadir dengan hal ter unik yang ia miliki.
Perak... transformasi abu-abu,,, memandang abu-abu si warna kusam itu dari sudut positif akan lebih menarik dan menenangkan..
Warna yang ada, bisa berubah semu dan maya tanpa diduga. Segala hal yang tidak terpikirkan kadang terjadi dengan penuh kejutan, tak di sangka-sangka,,, tidak akan tampak hal yang belum terlewati.. sebab semua akan terjadi bila Allah berkehendak... itu pasti...
Tapi...
Apakah ada hal yang tidak bisa Allah lakukan???
Jawabnya mungkin tidak. Semua hal bisa Allah lakukan, karena Allah Maha Kuasa, Pencipta Alam semesta yang hanya dengan kedipan mata bisa melakukan segalanya.... jadi tidak ada hal yang tidak bisa Allah lakukan....
Berpikir sejenak... jawaban itu benar, tapi mungkin kurang tepat... karena ada hal yang tidak bisa Allah lakukan, dan tidak akan pernah bisa Allah lakukan sampai kapanpun, bahkan sampai akhir zaman...
Itu adalah ingkar JANJI, Ya.... Allah tidak akan pernah ingkar janji... Allah tidak bisa melakukan itu... bahkan dengan tegas dituliskan dalam kalamNYA... betapa nyata janji Allah itu. Sungguh.... Allah tidak akan pernah ingkar janji...
Mengabulkan permohonan hambaNYA yang meminta dengan sungguh-sungguh,, mengabulkan semua doa hambanya, memberi pada yang meminta dan mengharap hanya padaNYA.. ITU JANJI ALLAH...
Mengubah nasib hambaNYA, jika si hamba mau berusaha merubahnya... ITU JANJI ALLAH....
Allah tidak akan mengingkari janjiNYA, tidak akan,,,,,
yakinlah doa akan terkabul, sekarang,,,, esok,,, di ganti dengan yang lebih baik,,, atau di tunda dan di berikan di akhirat kelak.... yang pasti Allah akan mengabulkan setiap permohonan hambanya..
Dan...... yakinlah.. abu-abu akan menjadi perak....
hal yang membingungkan segera punah.... dan kemudian kaupun tahu Allah berkata IYA, TIDAK, atau BELUM untuk semua bertanyaanmu..
Selasa, 28 Februari 2012
udan woh
Pagi yang cerah, semua penghuni kaki gunung berduyun-duyun menuju tempat mencari nafkah. berbekal cangkul, sabit, dan macam alat pertanian lain, melangkah dengan yakin dan penuh harap pada hasil kebun.
masih teramat dini ketika langit yang biru cerah berubah jadi gelap pekat. Hanya dalam hitungan menit si pekat menjatuhkan segala isi dari ketinggian sekian meter.. dan byur........ lebat, deras, air tercurah tanpa jeda.
Ada yang berbeda dengan biasanya, hujan pagi ini terasa betul di atap rumah, bunyinya tak lagi tik, tik, tik. Beda sekali, sebab hujan pagi ini disertai butiran es kecil, penduduk desa menyebutnya “udan woh” hujan yang berbuah, pantas dikatakan buah karena memang seperti buah-buah air yang jatuh bersama hujan.
Ini adalah “udan woh” pertama yang aku lihat setelah belasan tahun lamanya, dulu... dulu sekali saat aku masih berseragam merah putih, sering melihat, bahkan menikmati. Membawa ”tampah” sebagai penadah butiran es kecil, dan dengan girang memakan butiran-butiran itu.
Adalah hal yang teramat menyenangkan ketika bisa berlari kian kemari mencari buah hujan itu, mengumpulkan dan memakannya. Anugrah luar biasa untuk penduduk lereng gunung. Tapi... ada setumpuk kekhawatitran di sela tawa. Gunung yang sudah tua, dengan pohon yang hampir tiap hari di tebang, untuk menopang hidup agar tetap bisa mengisi panci atau ditebang sekedar untuk menghangatkan tubuh. Berapa tahun lagi bisa bertahan? dengan guyuran sederas ini??? jika pepohonan penadah air terus direnggut.
Wallahu ‘alam... hanya Allah yang tahu, Bersama hujan Allah menurunkan rizki hingga kedatangannya patut disyukuri, bahkan salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah dikala hujan. Bersyukur.... Memuji keagunganNYA, dengan harap akan ada kebaikan yang mengalir setelah hujan mereda.
Harapan itu lumrah. Namun, apa pantas,,, hanya berharap tapi tidak diiringi tingkah yang mampu memunculkan harapan itu??? tentu saja tidak... berharap dan pasrah itu untuk membuntuti tingkah. Seberapa besar hal yang di perbuat untuk mengubah keadaan. Di luar kuasa, manusia tak dapat berbuat apa-apa. tapi setidaknya berusaha.... sebab Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum jika ia tak berusaha merubahnya.
Menjaga hutan tetap lestari adalah salah satu usaha agar alam tak murka, hanya menjaga bukan memunculkan atau membuat hutan itu ada, tapi “menjaga” akan menjadi hal paling sulit ketika kesadaran akan pentingnya hutan dan betapa bahayanya hutan gundul tak ada di benak orang-orang masa kini yang katanya mereka adalah “orang modern”.
“udan woh” akan ada lagi dan terus ada, ketinggian gunung yang hampir 2000 m (< > 1800m) diatas permukaan membuat suhu teramat rendah dan hujanpun membeku,,
Kelak akan ada kegirangan saat meninkmati anugrah itu, indahnya “udah woh” menjadi pemandangan menakjubkan, tanpa diiringi kekhawatiran akan rentanya lereng gunung yang sewaktu-waktu merosot, menimbun orang-orang tak berdaya,,,
“udan woh” Penduduk kaki gunung akan girang menyaksikan kedatanganmu. Datanglah bersama sejuta kebaikan untuk kami “penghuni kaki gunung”
Gerlang, 26 Februari 2012
masih teramat dini ketika langit yang biru cerah berubah jadi gelap pekat. Hanya dalam hitungan menit si pekat menjatuhkan segala isi dari ketinggian sekian meter.. dan byur........ lebat, deras, air tercurah tanpa jeda.
Ada yang berbeda dengan biasanya, hujan pagi ini terasa betul di atap rumah, bunyinya tak lagi tik, tik, tik. Beda sekali, sebab hujan pagi ini disertai butiran es kecil, penduduk desa menyebutnya “udan woh” hujan yang berbuah, pantas dikatakan buah karena memang seperti buah-buah air yang jatuh bersama hujan.
Ini adalah “udan woh” pertama yang aku lihat setelah belasan tahun lamanya, dulu... dulu sekali saat aku masih berseragam merah putih, sering melihat, bahkan menikmati. Membawa ”tampah” sebagai penadah butiran es kecil, dan dengan girang memakan butiran-butiran itu.
Adalah hal yang teramat menyenangkan ketika bisa berlari kian kemari mencari buah hujan itu, mengumpulkan dan memakannya. Anugrah luar biasa untuk penduduk lereng gunung. Tapi... ada setumpuk kekhawatitran di sela tawa. Gunung yang sudah tua, dengan pohon yang hampir tiap hari di tebang, untuk menopang hidup agar tetap bisa mengisi panci atau ditebang sekedar untuk menghangatkan tubuh. Berapa tahun lagi bisa bertahan? dengan guyuran sederas ini??? jika pepohonan penadah air terus direnggut.
Wallahu ‘alam... hanya Allah yang tahu, Bersama hujan Allah menurunkan rizki hingga kedatangannya patut disyukuri, bahkan salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah dikala hujan. Bersyukur.... Memuji keagunganNYA, dengan harap akan ada kebaikan yang mengalir setelah hujan mereda.
Harapan itu lumrah. Namun, apa pantas,,, hanya berharap tapi tidak diiringi tingkah yang mampu memunculkan harapan itu??? tentu saja tidak... berharap dan pasrah itu untuk membuntuti tingkah. Seberapa besar hal yang di perbuat untuk mengubah keadaan. Di luar kuasa, manusia tak dapat berbuat apa-apa. tapi setidaknya berusaha.... sebab Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum jika ia tak berusaha merubahnya.
Menjaga hutan tetap lestari adalah salah satu usaha agar alam tak murka, hanya menjaga bukan memunculkan atau membuat hutan itu ada, tapi “menjaga” akan menjadi hal paling sulit ketika kesadaran akan pentingnya hutan dan betapa bahayanya hutan gundul tak ada di benak orang-orang masa kini yang katanya mereka adalah “orang modern”.
“udan woh” akan ada lagi dan terus ada, ketinggian gunung yang hampir 2000 m (< > 1800m) diatas permukaan membuat suhu teramat rendah dan hujanpun membeku,,
Kelak akan ada kegirangan saat meninkmati anugrah itu, indahnya “udah woh” menjadi pemandangan menakjubkan, tanpa diiringi kekhawatiran akan rentanya lereng gunung yang sewaktu-waktu merosot, menimbun orang-orang tak berdaya,,,
“udan woh” Penduduk kaki gunung akan girang menyaksikan kedatanganmu. Datanglah bersama sejuta kebaikan untuk kami “penghuni kaki gunung”
Gerlang, 26 Februari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

