Apa yang terlihat itu yang teringat, apa yang terbaca itu yang terucap, apa yang terdengar itu yang terngiang. Dan ketika smua tak tampak yang ada hanya kebingungan dan kebimbangan.Dimana ketenangan itu?? Sekilas hilang tanpa jejak seperti gelembung yang pecah di udara. ucap pun laiknya kilat, sejenak dan berlallu...
Dimana ketenangan itu?? sesuatu yang akan menjadikan mata berbinar dan bibir tersungging riang??
Dimana ketenangan itu?? sesuatu yang akan membuat hati tersenyum manis, membuat kaki melangkah pasti, membuat tangan mengayun damai??
Dimana ketenangan itu?? sesuatu yang akan membuat orang-orang tercinta berdecak kagum, membuat pendahulu menyapa ramah??
Dimana ketenangan itu?? yang akan membuat dua orang yang luar biasa (bpk&ibu) menghela nafas tanda kelegaan??
Dimana??
Rupanya disana? di ujung tangga,, Ya Allah.. berikan kekuatan untuk menyapanya....^_^
bukan khayalan tapi sebuah keinginan.... keindahan warna yang hanya berkutat di kutub hadir di katulistiwa... dengan jutaan warna yang jauh lebih indah.... mewarnai tiap bait hidupnya, sebagai rasa syukur atas karunia Allah 'Azza wa Jalla... dan...mencoba menghadirkan senyum untuk orang2 trcintanya... Aurora melangkah di katulistiwa dg cinta dan cita... mencari secarik kebenaran yg tak dimilikinya....
Rabu, 29 Juni 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Teruntuk Para Akhwat
Kepada Ukhti..
Saudariku…..yang tengah menanti datangnya tambatan hati,
Ijinkanlah saya berbagi dalam goresan tulisan ini…
jika menurut teman-teman, baik…maka ambillah…
dan jika menurut teman-teman, buruk…maka tinggalkanlah….
saudariku…muslimah…
wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…
wanita muslimah yang sholehah….bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….
Begitu indah…
begitu berkilau…
begitu menentramkan..
begitu menyejukkan…
teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya….tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya….
hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…
yang dapat meraih pesonanya…
dengan harga mahal yang teramat suci…
sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
karena itu…sebelum saatmu tiba….sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…
janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…
jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…
jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…
jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam…dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…
Ya…atas nama cinta…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta
Kau tau saudariku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…
Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….
Ya saudariku….ukhty fillah…
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…
Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….
Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….
jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…
Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
biarlah sakit ini untuk sementara waktu…
biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…
Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…
Saudariku…. tentunya sudah mengerti dan paham…
bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…
jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…
jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….
padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…
karena itu…jauhilah ia…
jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…
jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…
maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang suamimu kelak…
sahabatku…
sukakah engkau..??
apabila saat ini ternyata suamimu (kelak) sedang memikirkan wanita yang itu bukan engkau..???
sukakah engkau..??
bila ternyata suamimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…
saling menatap…
saling menggoda…
saling mencubit…
saling memandang dengan sangat…
saling menyentuh…???
dan bahkan lebih dari itu…??
sukakah engkau saudariku…??
sukakah engkau bila ternyata saat ini suamimu (kelak) sedang jalan bersama gadis lain yang itu bukan engkau…??
sukakah engkau…??
bila saat ini suamimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??
tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama gadis itu…??
tidak cemburukah engkau temanku..??
bila saat ini suamimu (kelak) sedang makan bareng bersama gadis lain…atau bahkan segerombolan gadis lain..?
suamimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh gadis-gadis..
suamimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…
suamimu (kelak) saat ini sedang dicurhatin gadis-gadis… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol dengamu…”
tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???
tidak terasa bagaimanakah..
jika suamimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…
bercengkrama..
bercerita tentang masa depannya…
dengan gadis lain yang bukan engkau…???
sukakah engkau kiranya suamimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan gadis tersebut…??
menangis untuk gadis tersebut…??
dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”
tidak patah hatikah engkau…???
sukakakah engkau bila suamimu (kelak ) berkata pada gadis lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”
menyebut gadis tersebut dalam doanya…
memohon pada Allah supaya gadis tersebut menjadi istrinya…
dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi istrinya…dan bukan gadis tersebut…???
jika engkau tidak suka akan hal itu…
jika engkau merasa cemburu….
maka demikian halnya dengan suamimu (kelak)…
dan…Allah jauh lebih cemburu daripada suamimu….
Allah lebih cemburu…saudariku…
melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari laki-laki yang telah mengusik hatimu tersebut….
saudariku….kalian percaya takdir bukan..?
saudariku….kalian percaya takdir bukan..?
apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
maka…
sejauh apapun mereka…
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
sebesar apapun beda diantara mereka…
sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…
PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
seakan ada magnet yang menarik mereka…
akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….
akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…
namun…
apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…
maka…
sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…
sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…
sedekat apapun…
PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…
ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…
ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….
ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…
bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…
namun…yang perlu dicatat disini adalah…
yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…
yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…
yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
adalah…yang terbaik untuk kita….
adalah….yang paling sesuai untuk kita…
adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,
karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…
Dialah…yang paling menyayangi kita…
Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…
sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…
dan….yang perlu kita catat juga adalah…
JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN…ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA….NAMUN JUSTRU SEBALIKNYA, BAHWA…KITA PANTAS…KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT…
KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK…SAUDARIKU….
LEBIH BAIK…. YA, LEBIH BAIK…, YAKINLAH….,
meskipun saat ini…mata manusia kita tidak memahaminya…
meskipun saat itu…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata…
meskipun saat itu…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….
Tidak…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….bahwa engkau tidak pantas….
karena kelak…engkau akan menyadarinya…
engkau akan menyadarinya perlahan…bahwa apa yang telah hilang darimu….bahwa apa yang tidak engkau dapatkan….bukanlah yang terbaik untukmu…bukanlah yang pantas untukmu…bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu….
karena itu…saudariku…
jangan mubazirkan tenagamu…., waktumu…., perasaanmu…, air matamu…
jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan…
jangan kau umbar semua kekuranganmu…jangan kau ceritakan semuanya…
jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya…jika engkau mencintainya…
karena belum tentu dia adalah jodohmu…
pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok…
karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…
maka…memohonlah pada-Nya…
mintalah padanya diberikan petunjuk…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada…
karena…cinta sebelum pernikahan…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat…
apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
kemudian saudariku….
apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
Apakah kalian merasa khawatir…???
Apakah kalian sering merasa iri melihat gadis-gadis lain yang memiliki banyak lelaki yang mencintai…banyak yang melamar…banyak yang menginginkannya…??
Pernahkan terlintas rasa iri tersebut pada kalian…???
Atau sekedar ungkapan…”hmm…enak ya..kamu…punya banyak temen laki-laki….”
“hmm..kamu sih enak…banyak yang mau…tinggal milih…?”
Saudariku…ketahuilah….
Kelak…kita hanya akan memiliki satu orang suami…
Hanya satu saudariku…atau kadang lebih…jika cerai dan menikah lagi…namun saat yang bersamaan…kita hanya akan punya satu suami bukan,,,,???
Jadi seberapa banyak pun laki-laki yang menyukai kita..
Seberapa banyak teman laki-laki kita…
Seberapa banyak kenalan kita….
Pada akhirnya kita hanya akan menikah dengan satu orang laki-laki…
Pada akhirnya kita hanya akan jadi milik satu orang laki-laki…
Dan…percayalah…semua itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman laki-laki
sama sekali tidak…
karena jika wanita yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya…
karena wanita yang terjaga adalah wanita yang banyak didamba oleh seorang ikhwan sejati…
jadi…jagalah dirimu…hatimu…kehormatanmu…sebelum saatnya tiba…
perbanyak bekalmu…dan doamu…
yakinlah…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu…
amien…
*Ya Allah…karuniakanlah kami seorang suami yang sholeh…
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang senantiasa memperbaiki dirinya…
yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang membimbing kami dengan lemah lembut…
yang akan membawa kami menuju Jannah-Mu Ya Rabb…
kabulkan ya Allah…
amien…
dan segerakanlah…karena hati kami teramat lemah…dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…sangat berat ya Allah….,
(Oaseimani.com).... Catatan fb. Ekayudha Abdullah
Saudariku…..yang tengah menanti datangnya tambatan hati,
Ijinkanlah saya berbagi dalam goresan tulisan ini…
jika menurut teman-teman, baik…maka ambillah…
dan jika menurut teman-teman, buruk…maka tinggalkanlah….
saudariku…muslimah…
wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…
wanita muslimah yang sholehah….bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….
Begitu indah…
begitu berkilau…
begitu menentramkan..
begitu menyejukkan…
teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya….tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya….
hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…
yang dapat meraih pesonanya…
dengan harga mahal yang teramat suci…
sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
karena itu…sebelum saatmu tiba….sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…
janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…
jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…
jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…
jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam…dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…
Ya…atas nama cinta…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta
Kau tau saudariku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…
Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….
Ya saudariku….ukhty fillah…
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…
Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….
Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….
jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…
Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
biarlah sakit ini untuk sementara waktu…
biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…
Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…
Saudariku…. tentunya sudah mengerti dan paham…
bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…
jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…
jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….
padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…
karena itu…jauhilah ia…
jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…
jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…
maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang suamimu kelak…
sahabatku…
sukakah engkau..??
apabila saat ini ternyata suamimu (kelak) sedang memikirkan wanita yang itu bukan engkau..???
sukakah engkau..??
bila ternyata suamimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…
saling menatap…
saling menggoda…
saling mencubit…
saling memandang dengan sangat…
saling menyentuh…???
dan bahkan lebih dari itu…??
sukakah engkau saudariku…??
sukakah engkau bila ternyata saat ini suamimu (kelak) sedang jalan bersama gadis lain yang itu bukan engkau…??
sukakah engkau…??
bila saat ini suamimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??
tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama gadis itu…??
tidak cemburukah engkau temanku..??
bila saat ini suamimu (kelak) sedang makan bareng bersama gadis lain…atau bahkan segerombolan gadis lain..?
suamimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh gadis-gadis..
suamimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…
suamimu (kelak) saat ini sedang dicurhatin gadis-gadis… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol dengamu…”
tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???
tidak terasa bagaimanakah..
jika suamimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…
bercengkrama..
bercerita tentang masa depannya…
dengan gadis lain yang bukan engkau…???
sukakah engkau kiranya suamimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan gadis tersebut…??
menangis untuk gadis tersebut…??
dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”
tidak patah hatikah engkau…???
sukakakah engkau bila suamimu (kelak ) berkata pada gadis lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”
menyebut gadis tersebut dalam doanya…
memohon pada Allah supaya gadis tersebut menjadi istrinya…
dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi istrinya…dan bukan gadis tersebut…???
jika engkau tidak suka akan hal itu…
jika engkau merasa cemburu….
maka demikian halnya dengan suamimu (kelak)…
dan…Allah jauh lebih cemburu daripada suamimu….
Allah lebih cemburu…saudariku…
melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari laki-laki yang telah mengusik hatimu tersebut….
saudariku….kalian percaya takdir bukan..?
saudariku….kalian percaya takdir bukan..?
apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
maka…
sejauh apapun mereka…
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
sebesar apapun beda diantara mereka…
sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…
PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
seakan ada magnet yang menarik mereka…
akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….
akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…
namun…
apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…
maka…
sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…
sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…
sedekat apapun…
PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…
ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…
ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….
ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…
bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…
namun…yang perlu dicatat disini adalah…
yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…
yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…
yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
adalah…yang terbaik untuk kita….
adalah….yang paling sesuai untuk kita…
adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,
karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…
Dialah…yang paling menyayangi kita…
Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…
sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…
dan….yang perlu kita catat juga adalah…
JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN…ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA….NAMUN JUSTRU SEBALIKNYA, BAHWA…KITA PANTAS…KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT…
KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK…SAUDARIKU….
LEBIH BAIK…. YA, LEBIH BAIK…, YAKINLAH….,
meskipun saat ini…mata manusia kita tidak memahaminya…
meskipun saat itu…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata…
meskipun saat itu…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….
Tidak…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….bahwa engkau tidak pantas….
karena kelak…engkau akan menyadarinya…
engkau akan menyadarinya perlahan…bahwa apa yang telah hilang darimu….bahwa apa yang tidak engkau dapatkan….bukanlah yang terbaik untukmu…bukanlah yang pantas untukmu…bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu….
karena itu…saudariku…
jangan mubazirkan tenagamu…., waktumu…., perasaanmu…, air matamu…
jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan…
jangan kau umbar semua kekuranganmu…jangan kau ceritakan semuanya…
jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya…jika engkau mencintainya…
karena belum tentu dia adalah jodohmu…
pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok…
karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…
maka…memohonlah pada-Nya…
mintalah padanya diberikan petunjuk…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada…
karena…cinta sebelum pernikahan…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat…
apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
kemudian saudariku….
apakah kalian sering merasa takut…?? Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
Apakah kalian merasa khawatir…???
Apakah kalian sering merasa iri melihat gadis-gadis lain yang memiliki banyak lelaki yang mencintai…banyak yang melamar…banyak yang menginginkannya…??
Pernahkan terlintas rasa iri tersebut pada kalian…???
Atau sekedar ungkapan…”hmm…enak ya..kamu…punya banyak temen laki-laki….”
“hmm..kamu sih enak…banyak yang mau…tinggal milih…?”
Saudariku…ketahuilah….
Kelak…kita hanya akan memiliki satu orang suami…
Hanya satu saudariku…atau kadang lebih…jika cerai dan menikah lagi…namun saat yang bersamaan…kita hanya akan punya satu suami bukan,,,,???
Jadi seberapa banyak pun laki-laki yang menyukai kita..
Seberapa banyak teman laki-laki kita…
Seberapa banyak kenalan kita….
Pada akhirnya kita hanya akan menikah dengan satu orang laki-laki…
Pada akhirnya kita hanya akan jadi milik satu orang laki-laki…
Dan…percayalah…semua itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman laki-laki
sama sekali tidak…
karena jika wanita yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya…
karena wanita yang terjaga adalah wanita yang banyak didamba oleh seorang ikhwan sejati…
jadi…jagalah dirimu…hatimu…kehormatanmu…sebelum saatnya tiba…
perbanyak bekalmu…dan doamu…
yakinlah…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu…
amien…
*Ya Allah…karuniakanlah kami seorang suami yang sholeh…
yang menjaga dirinya…
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
yang senantiasa memperbaiki dirinya…
yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
yang baik akhlaknya…
yang menerima kami apa adanya…
yang membimbing kami dengan lemah lembut…
yang akan membawa kami menuju Jannah-Mu Ya Rabb…
kabulkan ya Allah…
amien…
dan segerakanlah…karena hati kami teramat lemah…dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…sangat berat ya Allah….,
(Oaseimani.com).... Catatan fb. Ekayudha Abdullah
Rabu, 08 Juni 2011
3 Hari 2 Malam 1 Hati Untuk Merapi
Ternyata tidak mudah melukis tawa yang sudah terkikis.. di lereng si pemurka yang sering sesumbar. Bocah-bocah cilik itu mulai bangkit setelah enam bulan lalu hampir di tebas simurka. Syukur... tentu itu yang selalu terucap kala melihat si murka mulai jinak.Seperti hari ini,,, tampaknya memang tak perlu dikhawatirkan..
tapi asap di puncak sana?? (yang tampak dari sudut tenda)seperti perokok yang terus mengepulkan asapnya, sejenak saja lupa, tetap.. kekhawatiran itu ada dan terus ada.
Dan kami datang, maaf adik, saudaraku.... kita hanya menengok saja. 3 hari 2 malam itu sangat singkat. kami tidak bisa menghilangkan trauma yang ada, juga tak bisa mengembalikan tawa yang kalian punya. Hanya berkunjung, memastikan kalian masih punya semangat untuk bangkit dan terus tersenyum bagaimanapun keadaanya. Terus melanjutkan hidup, bertahan di lereng merapi atau mencari tempat baru yang mungkin lebih sulit di tempati.
Apa yang kita berikan?? Tidak ada. Tidak memberikan apa-apa disana, malah mendapatkan banyak hal yang tidak kita punya,dari kalian, tentang kesabaran, ketenangan,ketegaran untuk terus taat dan bersyukur kepada Illahi Rabbi, dan mengorek hikmah dibalik keangkuhan merapi yang dengan ikhlas menyemburkan abunya.. merapi ingin berbagi??? mungkin.)
pelan.. melangkah 3 Hari 2 Malam 1 Hati untuk merapi,,, Yakinlah.. semua akan baik-baik saja..
tapi asap di puncak sana?? (yang tampak dari sudut tenda)seperti perokok yang terus mengepulkan asapnya, sejenak saja lupa, tetap.. kekhawatiran itu ada dan terus ada.
Dan kami datang, maaf adik, saudaraku.... kita hanya menengok saja. 3 hari 2 malam itu sangat singkat. kami tidak bisa menghilangkan trauma yang ada, juga tak bisa mengembalikan tawa yang kalian punya. Hanya berkunjung, memastikan kalian masih punya semangat untuk bangkit dan terus tersenyum bagaimanapun keadaanya. Terus melanjutkan hidup, bertahan di lereng merapi atau mencari tempat baru yang mungkin lebih sulit di tempati.
Apa yang kita berikan?? Tidak ada. Tidak memberikan apa-apa disana, malah mendapatkan banyak hal yang tidak kita punya,dari kalian, tentang kesabaran, ketenangan,ketegaran untuk terus taat dan bersyukur kepada Illahi Rabbi, dan mengorek hikmah dibalik keangkuhan merapi yang dengan ikhlas menyemburkan abunya.. merapi ingin berbagi??? mungkin.)
pelan.. melangkah 3 Hari 2 Malam 1 Hati untuk merapi,,, Yakinlah.. semua akan baik-baik saja..
Kamis, 19 Mei 2011
Bangkitlah Indonesiaku.....
Seberapa bermaknanya hari ini??? seperti hari-hari biasa yang terlewati begitu saja...?? tanpa makna, tanpa pola dan tak istimewa??
ya....sebagian besar dari penghuni negeri ini tak merasakan apa makna hari dan tanggal ini, bahkan mungkin semua...seluruh penduduk negeri ini... anak2, tua-muda, dari petani sampai pejabat, semua...
Apa pentingnya???
Tak sepenting sesuap nasi yang harus dipenuhi agar mampu melewati hari, dan mampu berdiri di tanah air ini.
Tak sepenting selembar kain yang menutupi raga agar tak hangus di tengah sengatan mentari, tak sepenting selembar kain yang menutupi raga agar tak menggigil ditengah derasnya air musim hujan.
padahal, cukup penting. hari ini cukup penting...
tapi kenapa banyak yang tak menyadarinya??? sekedar mengingat saja?? sekedar mengintip saja mereka enggan, bahkan tak mau...
apa yang menyebabkan ini semua???
perbedaan karakter, perbedaan keadaan dan perbedaan kehidupan,,, itulah yang menyebabkan ini smua. Orang2 terpelajarpun kadang lupa dengan hari bersejarah ini, apalagi mereka yang tak mengenal pendidikan. Mengenang cerita seperti menghabiskan waktu saja, bagi mereka, lebih baik melakukan ini dan itu atau membuat sejarah sendiri yang suatu hari nanti akan dikenang anak cucu mereka sendiri.
Sejarah seperti apa? Sejarah yang bisa di dengar, sejarah dengan jejak-jejak nyata yang kelak akan menjadi satu bukti sebuah peradaban kaum terdahulu yang pernah ada.
Sejarah, satu peristiwa yang hanya terjadi sekali, tak akan terulang lagi.
Sejarah bukan hanya untuk di baca, menjadi dongeng yang lalu begitu saja, menjadi dongeng pengantar tidur. bukan, bukan itu saja...
sedikit banyak sejarah akan memberikan hikmah di balik ceritanya yang kadang dianggap biasa...
seperti sejarah para nabi yang di abadikan dalam Al Quran. Jejak yusuf AS, Ibrahim AS, Maryam dan jejak para hamba pilihan Allah. Bukti yang tak terbantahkan... kisah-kisah itu menjadi hikmah yang luar biasa dahsyat bagi para pembaca yang mau mengambil sedikit pelajaran darinya...
dan.... seperti hari ini juga. Saat 100 tahun lalu para pejuang berusaha membangkitkan negeri ini,, dengan payah, para pahlawan yang dengan semangat luar biasa, dengan gigih mendirikan satu semangat untuk bisa bangun dan berdiri tegak. semangat untuk BANGKIT. berjuang untuk bangkit bukan hanya untuk satu golongan saja. Tapi untuk semua, untuk seluruh penjuru negeri ini, agar mampu bangkit bersama.
Sekarang? masih adakah ruh kebangkitan itu? Bangkit dari bangsa yang buruk ahlaknya menjadi bangsa yang beradap, Bangkit dari bangsa yang lemah agamanya menjadi bangsa yang kuat dan teguh menjunjung persatuan. bangkit dari segala bentuk ketidakmampuan menjadi bangsa yang bisa. bangsa yang jaya di atas kaidah ILLAHI.
Semoga masih ada dan tetap ada.. semoga Allah mengijinkan...
Bangkitlah....
BANGKITLAH INDONESIAKU,,,
JUMAT, 20 MEI 2011
ya....sebagian besar dari penghuni negeri ini tak merasakan apa makna hari dan tanggal ini, bahkan mungkin semua...seluruh penduduk negeri ini... anak2, tua-muda, dari petani sampai pejabat, semua...
Apa pentingnya???
Tak sepenting sesuap nasi yang harus dipenuhi agar mampu melewati hari, dan mampu berdiri di tanah air ini.
Tak sepenting selembar kain yang menutupi raga agar tak hangus di tengah sengatan mentari, tak sepenting selembar kain yang menutupi raga agar tak menggigil ditengah derasnya air musim hujan.
padahal, cukup penting. hari ini cukup penting...
tapi kenapa banyak yang tak menyadarinya??? sekedar mengingat saja?? sekedar mengintip saja mereka enggan, bahkan tak mau...
apa yang menyebabkan ini semua???
perbedaan karakter, perbedaan keadaan dan perbedaan kehidupan,,, itulah yang menyebabkan ini smua. Orang2 terpelajarpun kadang lupa dengan hari bersejarah ini, apalagi mereka yang tak mengenal pendidikan. Mengenang cerita seperti menghabiskan waktu saja, bagi mereka, lebih baik melakukan ini dan itu atau membuat sejarah sendiri yang suatu hari nanti akan dikenang anak cucu mereka sendiri.
Sejarah seperti apa? Sejarah yang bisa di dengar, sejarah dengan jejak-jejak nyata yang kelak akan menjadi satu bukti sebuah peradaban kaum terdahulu yang pernah ada.
Sejarah, satu peristiwa yang hanya terjadi sekali, tak akan terulang lagi.
Sejarah bukan hanya untuk di baca, menjadi dongeng yang lalu begitu saja, menjadi dongeng pengantar tidur. bukan, bukan itu saja...
sedikit banyak sejarah akan memberikan hikmah di balik ceritanya yang kadang dianggap biasa...
seperti sejarah para nabi yang di abadikan dalam Al Quran. Jejak yusuf AS, Ibrahim AS, Maryam dan jejak para hamba pilihan Allah. Bukti yang tak terbantahkan... kisah-kisah itu menjadi hikmah yang luar biasa dahsyat bagi para pembaca yang mau mengambil sedikit pelajaran darinya...
dan.... seperti hari ini juga. Saat 100 tahun lalu para pejuang berusaha membangkitkan negeri ini,, dengan payah, para pahlawan yang dengan semangat luar biasa, dengan gigih mendirikan satu semangat untuk bisa bangun dan berdiri tegak. semangat untuk BANGKIT. berjuang untuk bangkit bukan hanya untuk satu golongan saja. Tapi untuk semua, untuk seluruh penjuru negeri ini, agar mampu bangkit bersama.
Sekarang? masih adakah ruh kebangkitan itu? Bangkit dari bangsa yang buruk ahlaknya menjadi bangsa yang beradap, Bangkit dari bangsa yang lemah agamanya menjadi bangsa yang kuat dan teguh menjunjung persatuan. bangkit dari segala bentuk ketidakmampuan menjadi bangsa yang bisa. bangsa yang jaya di atas kaidah ILLAHI.
Semoga masih ada dan tetap ada.. semoga Allah mengijinkan...
Bangkitlah....
BANGKITLAH INDONESIAKU,,,
JUMAT, 20 MEI 2011
Rabu, 04 Mei 2011
Tut Wuri Handayani
bagaimana...??? Apa yang bisa di lakukan oleh bangsa yang baru merdeka dengan penduduknya 95% buta aksara??
Para kompeni itu memang mulai melenggang, meninggalkan kejayaan mereka di tanah emas ini setelah tiga abad lebih menghardik bangsa yang penuh kedamaian dan keramahtamahan. Kekuasaan mereka lenyap setelah ratusan tahun menguras kekayaan negeri permai ini. Masalah terbesar baru saja terhapus berkat para pejuang yang dengan garang tanpa patah arang menyerang orang-orang tak berperikemanusiaan itu...
Tapi muncul banyak persoalan baru, ekonomi, kesehatan, keamanan, politik, dan pendidikan, semua jauh dari kata baik, Bahkan cukup pun bisa dikatakan TIDAK. Ekonomi, sebagian penduduk bangsa ini miskin bahkan sangat miskin, di tengah alamnya yang kaya setelah semuanya di sita para kompeni yang tak berbudaya itu. Kesehatan, asal masih hidup tak jadi masalah, penyakit apapun yang diderita tak dipedulikan akibatnya tidak hanya satu dua orang saja yang menderita penyakit berbahaya yang awalnya dianggap biasa-biasa saja. Keamanan dan politik, dua hal ini menjadi momok bagi kejayaan bangsa, Walapun para penjajah itu sudah tak betah tinggal di Nusantara bukan berarti negara ini bebas dari orang-orang tak tau diri itu,,, sesekali mereka masih mengintai para pengbdi negeri ini dengan segala trik dan akal liciknya, bahkan kala itu orang-orang komunis yang sering di sebut PKI (Partai Komunis Indonesia) berusaha memporak-porandakan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), mencekal segala bentuk kegiatan keagamaan, tidak sedikit para Imam masjid yang digorok lehernya dengan kejam dan ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan, yah,,, meski tak se heboh aksi komunis di Uni Soviet (Rusia) saat rezim Lenin dan Stalin 1937 yang menewaskan antara 40-50 juta jiwa. Namun, kebringasan PKI menjadi cerita yang mengerikan.
Dan Pendidikan...
Kala itu tidak menjadi pusat perhatian, hanya sedikit yang mau menegok dan peduli. 95% bukan angka yang kecil apalagi bagi bangsa Indonesia yang penduduknya tersebar di ribuan pulau... 95% benar-benar angka yang fantastis. Bagaimana?? 95% bangsa ini buta aksara...?? Para pemimmpin negeri tak mengabaikan angka itu, Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak sanggup menuliskan namanya sendiri. Tapi pertanyaan itu tak jadi soal rumit bagi mereka, karena negara ini negara yang beradap, taat, dan kaya dengan pemuda-pemuda luar biasa yang akan menjadi tombak bangsa. Negeri ini ramai dengan rakyatnya yang begitu cinta dengan tanah airnya, cinta dengan kesatuan, kedamaian, dan cinta dengan unggah-ungguh serta menyayangi sesama. Setidaknya itu semua menjadi modal awal bagi bangsa ini untuk mendidik para perwira pewaris bangsa.
Meski dalam keterbatasan kala itu sebagian penduduk Indonesia mulai mengenyam pendidikan, khususnya pendidikan agama, jauh hari sebelum teks proklamasi di kumandangkan pesantren-pesantren sudah berdiri dibawah kepemimpinan para imam yang taat dan fasih, semakin tampak...karena penduduk bangsa ini sebagian besar pemeluk islam... agama yang datang dengan kedamaian... ajarannya yang menjadikan bangsa ini benar-benar berbudaya dan menjaga kehormatannya.
Agama yang datang sebelum Islam?? Hindu/Budha??? Mereka pun mengajarkan budhi pekerti pada umatnya dengan cara mereka... dan para penganut Kristen/katolik??? Agama yang dibawa para kompeni itu??? Tetap saja,mereka orang Indonesia yang cinta tanah airnya dan ingin hidup merdeka....
Luar biasa.... dalam perbedaan mereka bersama-sama berjuang untuk kejayaan negeri ini.... mendidik generasi penerus yang tangguh, berakhlak, taat dan cerdas..
Hingga akhirnya masa-masa sulit itu berubah, beratnya beban para pemimpin mencerdaskan bangsanya pelan-pelan terlewati. Dan yang tampak sekarang?? Yang tampak hari ini, tinggal 8% rakyat bangsa ini yang buta aksara, sungguh prestasi yang luar biasa, sebab tidak banyak bangsa besar yang dalam jangka waktu 60 tahun bisa memutar balikan keadaan sedemikian drastis...
Prestasi kolosal, kita boleh bangga... lepas dari kurikulum yang terus mengalami perubahan dan peliknya perdebatan tentang UAN (Ujian Akhir Nasional), bangga dengan keberhasilan luar biasa, tapi apa yang di capai dalam pendidikan itu hanya sebuah kecerdasan intelektual saja, bisa baca, tulis, hitung dan bla,bla,bla....?? Bagaimana dengan pendidikan akhlak bangsa ini?? kemampuan psikomotorik dan afektifnya, kecerdasan sosial dan kecerdasan religi bangsa ini apa juga ikut mengalami perubahan menjadi lebih baik?? Benar mengalami perubahan... tapi menjadi lebih baik sepertinya patut dipertanyakan?? Koruptor, tindak kriminal, narkoba, free seks, dan hidup bebas gaya orang barat terus tertanam dan tumbuh di negeri ini seakan tanpa kendali... na'udzubillahi min dzalik....
Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini??? pemimpin? Orang tua? Atau para guru..??
Pendidik.... yang bukan hanya mengajar tapi mnedidik.ya... merekalah yang harus bertanggung jawab atas semua ini, pemimpin, orang tua dan guru... mereka adalah para pendidik bangsa ini. Apa modalnya? seperti yang telah di ungkapkan tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani” seorang pendidik harus memiliki tiga sifat itu...apa?? untuk apa??
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang - orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan. Bukankah ada ungkapan satu tauladan lebih baik dari pada seribu nasehat? Begitu dahsyatnya sebuah keteladanan dari seorang pendidik. Bukan hanya sebuah ucapan atau contoh yang hampa.
Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitkan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan. Tidak membeda-bedakan dari segi sosial, dan mengayomi orang-orang si sekelilingnya dengan penuh keikhlasan.
Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang - orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat. Meskipun jauh, meskipun tak selalu mengiringi langkah mereka yang dididik... meskipun hanya melihat dari di belakang mereka... tapi tetap memberikan dorongan dan dukungan... dan yang paling terpenting adalah doa..
Bulan pendidikan ini selayaknya menjadi bulan renungan bagi kita semua... tidak hanya sekedar seremonial sesaat... atau sekedar mengenang tokoh2 pendidik, tapi renunngan terhadap diri... apakah layang disebut manusia terdidik??? Renungan terhadap keluarga dan bangsa... apakah layak disebut sebgai bangsa berpendidikan dengan keadaan akhlak rakyatnya yang demikian???
Seberapa penting pendidikan itu??
Sangat penting... dan wajib bagi laki-laki dan perempuan dari raga ini berpisah dengang sang ibu sampai menyatu dengan bumi. Bahkan Muhammad Rasulullah S.A.W memerintahkan umatnya untuk menutut ilmu walau sampai kenegeri china..
Wallahu a’lam bisshowab....
www.indonesiamengajar.org
www.gudangmateri.com
bumicinta (Habiburrahman, novelis)
Para kompeni itu memang mulai melenggang, meninggalkan kejayaan mereka di tanah emas ini setelah tiga abad lebih menghardik bangsa yang penuh kedamaian dan keramahtamahan. Kekuasaan mereka lenyap setelah ratusan tahun menguras kekayaan negeri permai ini. Masalah terbesar baru saja terhapus berkat para pejuang yang dengan garang tanpa patah arang menyerang orang-orang tak berperikemanusiaan itu...
Tapi muncul banyak persoalan baru, ekonomi, kesehatan, keamanan, politik, dan pendidikan, semua jauh dari kata baik, Bahkan cukup pun bisa dikatakan TIDAK. Ekonomi, sebagian penduduk bangsa ini miskin bahkan sangat miskin, di tengah alamnya yang kaya setelah semuanya di sita para kompeni yang tak berbudaya itu. Kesehatan, asal masih hidup tak jadi masalah, penyakit apapun yang diderita tak dipedulikan akibatnya tidak hanya satu dua orang saja yang menderita penyakit berbahaya yang awalnya dianggap biasa-biasa saja. Keamanan dan politik, dua hal ini menjadi momok bagi kejayaan bangsa, Walapun para penjajah itu sudah tak betah tinggal di Nusantara bukan berarti negara ini bebas dari orang-orang tak tau diri itu,,, sesekali mereka masih mengintai para pengbdi negeri ini dengan segala trik dan akal liciknya, bahkan kala itu orang-orang komunis yang sering di sebut PKI (Partai Komunis Indonesia) berusaha memporak-porandakan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), mencekal segala bentuk kegiatan keagamaan, tidak sedikit para Imam masjid yang digorok lehernya dengan kejam dan ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan, yah,,, meski tak se heboh aksi komunis di Uni Soviet (Rusia) saat rezim Lenin dan Stalin 1937 yang menewaskan antara 40-50 juta jiwa. Namun, kebringasan PKI menjadi cerita yang mengerikan.
Dan Pendidikan...
Kala itu tidak menjadi pusat perhatian, hanya sedikit yang mau menegok dan peduli. 95% bukan angka yang kecil apalagi bagi bangsa Indonesia yang penduduknya tersebar di ribuan pulau... 95% benar-benar angka yang fantastis. Bagaimana?? 95% bangsa ini buta aksara...?? Para pemimmpin negeri tak mengabaikan angka itu, Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak sanggup menuliskan namanya sendiri. Tapi pertanyaan itu tak jadi soal rumit bagi mereka, karena negara ini negara yang beradap, taat, dan kaya dengan pemuda-pemuda luar biasa yang akan menjadi tombak bangsa. Negeri ini ramai dengan rakyatnya yang begitu cinta dengan tanah airnya, cinta dengan kesatuan, kedamaian, dan cinta dengan unggah-ungguh serta menyayangi sesama. Setidaknya itu semua menjadi modal awal bagi bangsa ini untuk mendidik para perwira pewaris bangsa.
Meski dalam keterbatasan kala itu sebagian penduduk Indonesia mulai mengenyam pendidikan, khususnya pendidikan agama, jauh hari sebelum teks proklamasi di kumandangkan pesantren-pesantren sudah berdiri dibawah kepemimpinan para imam yang taat dan fasih, semakin tampak...karena penduduk bangsa ini sebagian besar pemeluk islam... agama yang datang dengan kedamaian... ajarannya yang menjadikan bangsa ini benar-benar berbudaya dan menjaga kehormatannya.
Agama yang datang sebelum Islam?? Hindu/Budha??? Mereka pun mengajarkan budhi pekerti pada umatnya dengan cara mereka... dan para penganut Kristen/katolik??? Agama yang dibawa para kompeni itu??? Tetap saja,mereka orang Indonesia yang cinta tanah airnya dan ingin hidup merdeka....
Luar biasa.... dalam perbedaan mereka bersama-sama berjuang untuk kejayaan negeri ini.... mendidik generasi penerus yang tangguh, berakhlak, taat dan cerdas..
Hingga akhirnya masa-masa sulit itu berubah, beratnya beban para pemimpin mencerdaskan bangsanya pelan-pelan terlewati. Dan yang tampak sekarang?? Yang tampak hari ini, tinggal 8% rakyat bangsa ini yang buta aksara, sungguh prestasi yang luar biasa, sebab tidak banyak bangsa besar yang dalam jangka waktu 60 tahun bisa memutar balikan keadaan sedemikian drastis...
Prestasi kolosal, kita boleh bangga... lepas dari kurikulum yang terus mengalami perubahan dan peliknya perdebatan tentang UAN (Ujian Akhir Nasional), bangga dengan keberhasilan luar biasa, tapi apa yang di capai dalam pendidikan itu hanya sebuah kecerdasan intelektual saja, bisa baca, tulis, hitung dan bla,bla,bla....?? Bagaimana dengan pendidikan akhlak bangsa ini?? kemampuan psikomotorik dan afektifnya, kecerdasan sosial dan kecerdasan religi bangsa ini apa juga ikut mengalami perubahan menjadi lebih baik?? Benar mengalami perubahan... tapi menjadi lebih baik sepertinya patut dipertanyakan?? Koruptor, tindak kriminal, narkoba, free seks, dan hidup bebas gaya orang barat terus tertanam dan tumbuh di negeri ini seakan tanpa kendali... na'udzubillahi min dzalik....
Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini??? pemimpin? Orang tua? Atau para guru..??
Pendidik.... yang bukan hanya mengajar tapi mnedidik.ya... merekalah yang harus bertanggung jawab atas semua ini, pemimpin, orang tua dan guru... mereka adalah para pendidik bangsa ini. Apa modalnya? seperti yang telah di ungkapkan tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani” seorang pendidik harus memiliki tiga sifat itu...apa?? untuk apa??
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang - orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan. Bukankah ada ungkapan satu tauladan lebih baik dari pada seribu nasehat? Begitu dahsyatnya sebuah keteladanan dari seorang pendidik. Bukan hanya sebuah ucapan atau contoh yang hampa.
Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitkan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan. Tidak membeda-bedakan dari segi sosial, dan mengayomi orang-orang si sekelilingnya dengan penuh keikhlasan.
Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang - orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat. Meskipun jauh, meskipun tak selalu mengiringi langkah mereka yang dididik... meskipun hanya melihat dari di belakang mereka... tapi tetap memberikan dorongan dan dukungan... dan yang paling terpenting adalah doa..
Bulan pendidikan ini selayaknya menjadi bulan renungan bagi kita semua... tidak hanya sekedar seremonial sesaat... atau sekedar mengenang tokoh2 pendidik, tapi renunngan terhadap diri... apakah layang disebut manusia terdidik??? Renungan terhadap keluarga dan bangsa... apakah layak disebut sebgai bangsa berpendidikan dengan keadaan akhlak rakyatnya yang demikian???
Seberapa penting pendidikan itu??
Sangat penting... dan wajib bagi laki-laki dan perempuan dari raga ini berpisah dengang sang ibu sampai menyatu dengan bumi. Bahkan Muhammad Rasulullah S.A.W memerintahkan umatnya untuk menutut ilmu walau sampai kenegeri china..
Wallahu a’lam bisshowab....
www.indonesiamengajar.org
www.gudangmateri.com
bumicinta (Habiburrahman, novelis)
Kamis, 28 April 2011
Sebaris Doa
Ya Rabb... sungguh hanya Kau yang tahu takdirku, hanya Kau yang tahu jalan hidupku dan hanya Kau yang tahu akhir cerita ini...
Ya Allah...
Jika ini ujian...??? tabahkanlah hati ini... berikan kesabaran agar bisa melewatinya... lapangkan hati ini agar bisa melalui ujianMu dengan ikhlas..
Jika ini kekhilafan..??? sadarkanlah hamba.... bukakanlah mata hati ini agar tidak terlampau jauh melewati batas keagunganMU.. bimbinglah langkah ini agar mampu kembali ke jalanMu... jika ini kekhilafan...?? biarkan hamba berlari menjauhi kebodohan ini.. dan jangan biarkan syetan menguasai hati hamba yang lemah... jangan biarka syetan bertahta di hati, jangan biarkan syetan membujuk raga yang tak berdaya...
jika ini anugrah??? Hamba bersyukur, Alhamdulillah... Engkaulah Penyayang semua umatMu.. jika ini anugrah??? Jangan biarkan hamba ingkar dan terlena dengan kenikmatan... Kuatkan hati ini untuk selalu tegar..
jika ini anugrah?? Ijinkan hamba tersenyum memuji keagunganMu..^_^
jika ini rahasiaMU??? Tenangkanlah hati ini, agar mampu menunggu sampai suatu waktu Kau memberitahukannya padaku.... "kenapa kau tuliskan cerita ini untukku"
jika ini rahasiaMU??? jauhkan hamba dari prasangka buruk terhadapMU...
Ya Allah... Ku serahkan semua urusanku padaMu... karena hanya Engkau tempat ku meminta...
Ya Allah...
Jika ini ujian...??? tabahkanlah hati ini... berikan kesabaran agar bisa melewatinya... lapangkan hati ini agar bisa melalui ujianMu dengan ikhlas..
Jika ini kekhilafan..??? sadarkanlah hamba.... bukakanlah mata hati ini agar tidak terlampau jauh melewati batas keagunganMU.. bimbinglah langkah ini agar mampu kembali ke jalanMu... jika ini kekhilafan...?? biarkan hamba berlari menjauhi kebodohan ini.. dan jangan biarkan syetan menguasai hati hamba yang lemah... jangan biarka syetan bertahta di hati, jangan biarkan syetan membujuk raga yang tak berdaya...
jika ini anugrah??? Hamba bersyukur, Alhamdulillah... Engkaulah Penyayang semua umatMu.. jika ini anugrah??? Jangan biarkan hamba ingkar dan terlena dengan kenikmatan... Kuatkan hati ini untuk selalu tegar..
jika ini anugrah?? Ijinkan hamba tersenyum memuji keagunganMu..^_^
jika ini rahasiaMU??? Tenangkanlah hati ini, agar mampu menunggu sampai suatu waktu Kau memberitahukannya padaku.... "kenapa kau tuliskan cerita ini untukku"
jika ini rahasiaMU??? jauhkan hamba dari prasangka buruk terhadapMU...
Ya Allah... Ku serahkan semua urusanku padaMu... karena hanya Engkau tempat ku meminta...
Rabu, 20 April 2011
Feminisme dan Kartini Sejati
21 Apil, dianggap sebagai hari kemerdekaan wanita Indonesia??
sibuk, mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA, bahkan Mahasiswa tak mau diam saat hari ini tiba, banyak hal dilakukan untuk meramaikan hari ini, kebaya, dan Sanggul tak urung ikut meramaikan. heran...??
Hari Kartini...
beda pengetahuan, beda pemahaman, dan beda tanggapan...
hanya ikut-ikut saja, hanya tahu saja, tahu dengan pemahaman yang sempit, dan yang terakhir tahu dan paham dengan applikasi yang benar. respon yang berbeda ini tampak jelas pada mereka yang menggembar gemborkan hari kartini. menjadikannya pahlawan wanita dan purti sejati negri ini.
1. ikut-ikutan saja
bisa di maklumi jika yang ada di kelompok ini adalah anak usia play group, PAUD, TK, atau SD kelas rendah. mereka megikuti tingkah laku orang-orang di sekitarnya yang memperlakukan mereka layaknya boneka. bahkan mereka senang saat di dandani, dipajang, dan di arak kesana kemari... ya, bisa dimaklumi... asal bukan wanita-wanita berusia kepala 2 yang bergaya ala anak TK.
2. Hanya tahu saja
mereka yang merayakan hari ini, tahu siapa itu kartini, bahkan dengan lancar menyanyikan lagu seorang wanita yang Harum namanya. tahu, siapa tokoh yang sedang dibicarakan. iya, tahu... tapi hanya tahu saja. tak paham apa itu esensi hari kartini untuk perempuan masa kini, apa itu urgensi kartini untuk hari-hari putri indonesia.
3. Tahu dengan pemahaman yang sempit
Bahaya... bukan hanya untuk mereka saja tapi juga untuk orang-orang di sekeliling mereka. mereka tampak begitu mengenali sosok kartini dengan segala perjuangannya, kartini dengan semua keunikannya, dan kartini dengan semua ceritanya, larut dalam selebrasi kartini yang kadang sedikit ganjil di perhatikan. semangat habis gelap terbitlah terang seolah tak akan padam lagi. mereka tampak brilian menyampaikan semua opininya tentang kartini..tapi sebenarnya hal yang fatal akan mendedera semua wanita yang percaya dengan semua ucap mereka.
feminisme... wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pria... tak boleh di kekang, boleh begini dan begitu.... dan yang terjadi.... melunjak... tak hanya lupa dengan kodratnya sebagai wanita bahkan menjadi durhka dengan para imamnya... Na'udzubillah...
4. tahu dan paham dengan aplikasi yang benar..
Orang-orang seperti inilah yang InsyaAllah akan memanfaatkan moment hari kartini menjadi sebuah perubahan yang berarti. mereka tidak hanya mengenang sosok kartini pada jiwa Kartini saja tetapi juga pada wanita-wanita luar biasa yang ada sebelum kartini ada.bukan menguraikan opini-opini tanpa bukti tapi mengungkap fakta-fakta nyata yang ada di tanah air tercinta.....
Faktanya adalah: delapan abad sebelum Kartini lahir, di Kerajaan Aceh Darussalam sudah ada tiga perempuan yang menjadi Sultan (Sultanah) dari 31 Sultan yang ada. Mereka adalah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin (memerintah tahun 1050-1086 H), Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (1086-1088 H), Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1088-1098 H), dan Sri Ratu Kamalat Syah (1098-1109 H).(www.eramuslim.com)
Jika seorang Raden Ajeng Kartini baru bisa berdiskusi, bermimpi ingin ini dan itu, surat menyurat, dan mengajar di kediamannya, maka para perempuan Aceh sudah berjihad di belantara hutan memerangi kaum kafirin bersama-sama para Mujahidin prianya. Mereka adalah Laksamana Malahayati yang gagah berani dalam memimpin armada laut Kerajaan Aceh Darussalam melawan Portugis; Cut Nyak Din yang memimpin perang melawan Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, syahid; Teungku Fakinah, seorang ustadzah yang memimpin resimen laskar perempuan dalam perang melawan Belanda, usai perang Fakinah mendirikan pusat pendidikan Islam bernama Dayah Lam Diran;
Lalu kita kenal ada Cut Meutia, yang selama 20 tahun memimpin perang gerilya dalam belukar hutan Pase yang akhirnya menemui syahid karena Meutia bersumpah tidak akan menyerah hidup-hidup kepada kape Belanda; Pocut Baren, seorang pemimpin gerilya yang sangat berani dalam perang melawan Belanda di tahun 1898-1906; Pocut Meurah Intan, yang juga sering disebut dengan nama Pocut Biheu, bersama anak-anaknya—Tuanku Muhammad, Tuanku Budiman, dan Tuanku Nurdin—berperang melawan Belanda di hutan belukar hingga tertawan setelah terluka parah di tahun 1904; Cutpo Fatimah, teman seperjuangan Cut Meutia, puteri ulama besar Teungku Chik Mata Ie yang bersama suaminya bernama Teungku Dibarat melanjutkan perang setelah Cut Meutia syahid, hingga dalam pertempuran tanggal 22 Februari 1912, Cutpo Fatimah dan suaminya syahid bertindih badan diterjang peluru Belanda.
Salah seorang pemimpin gerilya Aceh Darussalam, Pocut Baren, namanya diabadikan menjadi nama sebuah resimen laskar perempuan Aceh “Resimen Pocut Baren” yang merupakan bagian dari Divisi Pinong di Aceh semasa revolusi fisik melawan Belanda. Resimen perempuan Aceh ini sangat ditakuti Belanda karena terkenal tidak pernah mundur atau pun melarikan diri dalam setiap pertempuran. Mereka bahkan pantang menyerah hidup-hidup kepada penjajah.
Amat mungkin, disebabkan ruang gerak perempuan-perempuan Aceh yang sangat luas, tidak berbeda dengan kaum lelakinya, maka hal ini turut mempengaruhi cara berpakaian mereka. Prof. Dr. HAMKA menulis, “Di seluruh tanah air kita ini, hanya di Aceh pakaian asli perempuan memakai celana. Sebab mereka pun turut aktif dalam perang. Mereka menyediakan perbekalan makanan, membantu di garis belakang dan pergi ke medan perang mengobati yang luka.”
Mereka ini semua sudah sederajat dengan kaum prianya, di saat Kartini baru bermimpi. Dan satu lagi, adalah SALAH BESAR jika menganggap Kartini mencita-citakan persamaan antara perempuan dan laki-laki seperti dalam paradigma barat. Kartini bahkan menyerang peradaban barat. Hal ini tertuang dalam surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902: "Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?"
Sebagai seorang Muslimah yang ingin mendalami Islam secara kaffah, Kartini juga menyerang upaya Kristenisasi terhadap umat Islam yang dilakukan kafir Belanda. "Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? .... Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?" (Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903).
Kartini adalah seorang priyayi Jawa yang ingin memberontak terhadap kultur keraton Jawa yang menganggap perempuan hanya pantas untu di tiga tempat: Dapur, Sumur, dan Kasur. Jiwanya menyala-nyala ingin mendalami Islam dan menjadi salah satu pejuangnya. Kecintaannya kepada Islam membuatnya rela menjadi isteri kedua.
Jika Kartini sekarang masih hidup, dia pasti akan menyerang pengertian emansipasi yang ada seperti sekarang ini. Kartini akan menyerang kontes ratu-ratuan yang mengumbar aurat, Kartini akan menyerang keinginan perempuan untuk menjadi seperti pria yang sebenarnya berangkat dari perasaan rendah diri dan pengakuan jika pria lebih unggul, sebab menurut Kartini, perempuan dan laki-laki itu memiliki keunggulan dan juga kelemahannya masing-masing yang unik, sebab itu mereja memerlukan satu dengan yang lainnya, saling melengkapi.
Walau demikian, jika negara ini mau jujur, sesungguhnya predikat pelopor kebangkitan perempuan Indonesia bukanlah RA Kartini, namun para Srikandi Aceh Darussalam. HAMKA sendiri menulis: “Pikirkanlah dengan dalam! Betapa jauh perbedaan latar belakang wanita Aceh 358 tahun yang lalu itu dengan perjuangan wanita zaman sekarang. Mereka itu didorong oleh semangat jihad dan syahid karena ingin bersama menegakkan agama Allah dengan kaum laki-laki, jauh daripada arti yang dapat kita ambil dari gerakan emansipasi wanita atau Feminisme zaman modern sekarang ini.”
Namun itulah tadi, para penguasa bangsa ini sejak dulu selalu menganggap negara ini seolah-olah hanyalah Pulau Jawa, sehingga ketinggian peradaban di luar Jawa sama sekali tidak dihitung sehingga sejarah resmi negeri kita ini sampai sekarang masih sangat Jawa-Sentris.
Emansipasi dalam Islam itu tidak ada. Karena Islam sama-sama menganggap perempuan dan laki-laki itu sederajat, dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Yang membedakannya hanyalah tingkat ketakwaan terhadap Allah Swt. Itu saja.
Emansipasi yang salah kaprah seperti sekarang memang merupakan racun yang disusupkan ke dalam otak kita semua. Dan kalau mau jujur, sebenarnya Barat sendiri juga tidak melaksanakan emansipasi seperti yang digembar-gemborkannya selama ini. Salah satu contoh mudah, negara Amerika Serikat yang sudah berusia 233 tahun presidennya selalu saja kaum pria. Belum ada perempuan Amerika yang dianggap pantas untuk menjadi presiden. Ini bukti yang tidak terbantahkan.
Dan jika perempuan Indonesia ingin meneladani Kartini, maka jadilah seorang Muslimah sejati. Yang menutup aurat, mencintai Islam, dan berani mengatakan al-haq walau kepada penguasa sekali pun. Wallahu ‘alam bishawab.
sibuk, mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA, bahkan Mahasiswa tak mau diam saat hari ini tiba, banyak hal dilakukan untuk meramaikan hari ini, kebaya, dan Sanggul tak urung ikut meramaikan. heran...??
Hari Kartini...
beda pengetahuan, beda pemahaman, dan beda tanggapan...
hanya ikut-ikut saja, hanya tahu saja, tahu dengan pemahaman yang sempit, dan yang terakhir tahu dan paham dengan applikasi yang benar. respon yang berbeda ini tampak jelas pada mereka yang menggembar gemborkan hari kartini. menjadikannya pahlawan wanita dan purti sejati negri ini.
1. ikut-ikutan saja
bisa di maklumi jika yang ada di kelompok ini adalah anak usia play group, PAUD, TK, atau SD kelas rendah. mereka megikuti tingkah laku orang-orang di sekitarnya yang memperlakukan mereka layaknya boneka. bahkan mereka senang saat di dandani, dipajang, dan di arak kesana kemari... ya, bisa dimaklumi... asal bukan wanita-wanita berusia kepala 2 yang bergaya ala anak TK.
2. Hanya tahu saja
mereka yang merayakan hari ini, tahu siapa itu kartini, bahkan dengan lancar menyanyikan lagu seorang wanita yang Harum namanya. tahu, siapa tokoh yang sedang dibicarakan. iya, tahu... tapi hanya tahu saja. tak paham apa itu esensi hari kartini untuk perempuan masa kini, apa itu urgensi kartini untuk hari-hari putri indonesia.
3. Tahu dengan pemahaman yang sempit
Bahaya... bukan hanya untuk mereka saja tapi juga untuk orang-orang di sekeliling mereka. mereka tampak begitu mengenali sosok kartini dengan segala perjuangannya, kartini dengan semua keunikannya, dan kartini dengan semua ceritanya, larut dalam selebrasi kartini yang kadang sedikit ganjil di perhatikan. semangat habis gelap terbitlah terang seolah tak akan padam lagi. mereka tampak brilian menyampaikan semua opininya tentang kartini..tapi sebenarnya hal yang fatal akan mendedera semua wanita yang percaya dengan semua ucap mereka.
feminisme... wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pria... tak boleh di kekang, boleh begini dan begitu.... dan yang terjadi.... melunjak... tak hanya lupa dengan kodratnya sebagai wanita bahkan menjadi durhka dengan para imamnya... Na'udzubillah...
4. tahu dan paham dengan aplikasi yang benar..
Orang-orang seperti inilah yang InsyaAllah akan memanfaatkan moment hari kartini menjadi sebuah perubahan yang berarti. mereka tidak hanya mengenang sosok kartini pada jiwa Kartini saja tetapi juga pada wanita-wanita luar biasa yang ada sebelum kartini ada.bukan menguraikan opini-opini tanpa bukti tapi mengungkap fakta-fakta nyata yang ada di tanah air tercinta.....
Faktanya adalah: delapan abad sebelum Kartini lahir, di Kerajaan Aceh Darussalam sudah ada tiga perempuan yang menjadi Sultan (Sultanah) dari 31 Sultan yang ada. Mereka adalah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin (memerintah tahun 1050-1086 H), Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (1086-1088 H), Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1088-1098 H), dan Sri Ratu Kamalat Syah (1098-1109 H).(www.eramuslim.com)
Jika seorang Raden Ajeng Kartini baru bisa berdiskusi, bermimpi ingin ini dan itu, surat menyurat, dan mengajar di kediamannya, maka para perempuan Aceh sudah berjihad di belantara hutan memerangi kaum kafirin bersama-sama para Mujahidin prianya. Mereka adalah Laksamana Malahayati yang gagah berani dalam memimpin armada laut Kerajaan Aceh Darussalam melawan Portugis; Cut Nyak Din yang memimpin perang melawan Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, syahid; Teungku Fakinah, seorang ustadzah yang memimpin resimen laskar perempuan dalam perang melawan Belanda, usai perang Fakinah mendirikan pusat pendidikan Islam bernama Dayah Lam Diran;
Lalu kita kenal ada Cut Meutia, yang selama 20 tahun memimpin perang gerilya dalam belukar hutan Pase yang akhirnya menemui syahid karena Meutia bersumpah tidak akan menyerah hidup-hidup kepada kape Belanda; Pocut Baren, seorang pemimpin gerilya yang sangat berani dalam perang melawan Belanda di tahun 1898-1906; Pocut Meurah Intan, yang juga sering disebut dengan nama Pocut Biheu, bersama anak-anaknya—Tuanku Muhammad, Tuanku Budiman, dan Tuanku Nurdin—berperang melawan Belanda di hutan belukar hingga tertawan setelah terluka parah di tahun 1904; Cutpo Fatimah, teman seperjuangan Cut Meutia, puteri ulama besar Teungku Chik Mata Ie yang bersama suaminya bernama Teungku Dibarat melanjutkan perang setelah Cut Meutia syahid, hingga dalam pertempuran tanggal 22 Februari 1912, Cutpo Fatimah dan suaminya syahid bertindih badan diterjang peluru Belanda.
Salah seorang pemimpin gerilya Aceh Darussalam, Pocut Baren, namanya diabadikan menjadi nama sebuah resimen laskar perempuan Aceh “Resimen Pocut Baren” yang merupakan bagian dari Divisi Pinong di Aceh semasa revolusi fisik melawan Belanda. Resimen perempuan Aceh ini sangat ditakuti Belanda karena terkenal tidak pernah mundur atau pun melarikan diri dalam setiap pertempuran. Mereka bahkan pantang menyerah hidup-hidup kepada penjajah.
Amat mungkin, disebabkan ruang gerak perempuan-perempuan Aceh yang sangat luas, tidak berbeda dengan kaum lelakinya, maka hal ini turut mempengaruhi cara berpakaian mereka. Prof. Dr. HAMKA menulis, “Di seluruh tanah air kita ini, hanya di Aceh pakaian asli perempuan memakai celana. Sebab mereka pun turut aktif dalam perang. Mereka menyediakan perbekalan makanan, membantu di garis belakang dan pergi ke medan perang mengobati yang luka.”
Mereka ini semua sudah sederajat dengan kaum prianya, di saat Kartini baru bermimpi. Dan satu lagi, adalah SALAH BESAR jika menganggap Kartini mencita-citakan persamaan antara perempuan dan laki-laki seperti dalam paradigma barat. Kartini bahkan menyerang peradaban barat. Hal ini tertuang dalam surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902: "Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?"
Sebagai seorang Muslimah yang ingin mendalami Islam secara kaffah, Kartini juga menyerang upaya Kristenisasi terhadap umat Islam yang dilakukan kafir Belanda. "Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? .... Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?" (Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903).
Kartini adalah seorang priyayi Jawa yang ingin memberontak terhadap kultur keraton Jawa yang menganggap perempuan hanya pantas untu di tiga tempat: Dapur, Sumur, dan Kasur. Jiwanya menyala-nyala ingin mendalami Islam dan menjadi salah satu pejuangnya. Kecintaannya kepada Islam membuatnya rela menjadi isteri kedua.
Jika Kartini sekarang masih hidup, dia pasti akan menyerang pengertian emansipasi yang ada seperti sekarang ini. Kartini akan menyerang kontes ratu-ratuan yang mengumbar aurat, Kartini akan menyerang keinginan perempuan untuk menjadi seperti pria yang sebenarnya berangkat dari perasaan rendah diri dan pengakuan jika pria lebih unggul, sebab menurut Kartini, perempuan dan laki-laki itu memiliki keunggulan dan juga kelemahannya masing-masing yang unik, sebab itu mereja memerlukan satu dengan yang lainnya, saling melengkapi.
Walau demikian, jika negara ini mau jujur, sesungguhnya predikat pelopor kebangkitan perempuan Indonesia bukanlah RA Kartini, namun para Srikandi Aceh Darussalam. HAMKA sendiri menulis: “Pikirkanlah dengan dalam! Betapa jauh perbedaan latar belakang wanita Aceh 358 tahun yang lalu itu dengan perjuangan wanita zaman sekarang. Mereka itu didorong oleh semangat jihad dan syahid karena ingin bersama menegakkan agama Allah dengan kaum laki-laki, jauh daripada arti yang dapat kita ambil dari gerakan emansipasi wanita atau Feminisme zaman modern sekarang ini.”
Namun itulah tadi, para penguasa bangsa ini sejak dulu selalu menganggap negara ini seolah-olah hanyalah Pulau Jawa, sehingga ketinggian peradaban di luar Jawa sama sekali tidak dihitung sehingga sejarah resmi negeri kita ini sampai sekarang masih sangat Jawa-Sentris.
Emansipasi dalam Islam itu tidak ada. Karena Islam sama-sama menganggap perempuan dan laki-laki itu sederajat, dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Yang membedakannya hanyalah tingkat ketakwaan terhadap Allah Swt. Itu saja.
Emansipasi yang salah kaprah seperti sekarang memang merupakan racun yang disusupkan ke dalam otak kita semua. Dan kalau mau jujur, sebenarnya Barat sendiri juga tidak melaksanakan emansipasi seperti yang digembar-gemborkannya selama ini. Salah satu contoh mudah, negara Amerika Serikat yang sudah berusia 233 tahun presidennya selalu saja kaum pria. Belum ada perempuan Amerika yang dianggap pantas untuk menjadi presiden. Ini bukti yang tidak terbantahkan.
Dan jika perempuan Indonesia ingin meneladani Kartini, maka jadilah seorang Muslimah sejati. Yang menutup aurat, mencintai Islam, dan berani mengatakan al-haq walau kepada penguasa sekali pun. Wallahu ‘alam bishawab.
Langganan:
Postingan (Atom)